Analisis Tingkat Pemahaman Konsep Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) dalam Pengelolaan Obat di Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Semarang
Keywords:
dagusibu, tingkat pemahaman, mahasiswa, obat, edukasiAbstract
Abstrak
Obat merupakan komponen esensial dalam penanganan berbagai penyakit. Meski begitu, kemudahan akses terhadap obat tidak selalu diiringi dengan pemahaman yang memadai mengenai pengelolaannya, mulai dari perolehan, penyimpanan, penggunaan, hingga pembuangan obat yang sudah tidak digunakan. Kurangnya pemahaman ini dapat memicu kesalahan yang berdampak negatif, baik terhadap kesehatan individu maupun lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif untuk meminimalkan risiko yang ditimbulkan. Dagusibu (dapatkan, gunakan, simpan, dan buang) obat adalah program yang dicanangkan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait tata cara penggunaan dan pengelolaan obat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa Universitas Negeri Semarang mengenai aspek Dagusibu obat. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pemahaman secara keseluruhan berada pada kategori cukup (51%). Secara rinci, pemahaman terhadap aspek Dapatkan sebesar 89,75%, Gunakan sebesar 79,75%, Simpan sebesar 66,25%, dan Buang sebesar 59%. Uji hubungan menunjukkan bahwa fakultas berhubungan secara signifikan dengan tingkat pemahaman (p = 0,040), sedangkan usia (p = 0,864) dan angkatan (p = 0,539) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.