Sanitasi Lingkungan di Wilayah Bandarharjo Pesisir Semarang: Tantangan dan Kondisi Kualitas Kesehatan Masyarakat Akibat Pengasapan Ikan

Authors

  • Shafynda Aufarrelya Famzar Universitas Negeri Semarang
  • Kalyana Ayu Tantri Universitas Negeri Semarang
  • Karin Prilistianti Universitas Negeri Semarang
  • Kurnia Ayu Mawarni Universitas Negeri Semarang
  • Malsa Amelia Adiba Universitas Negeri Semarang
  • Nahara Bella Nur Aliefa Universitas Negeri Semarang
  • Nesha Intan Nuary Universitas Negeri Semarang
  • Tania Bilqis Salma Universitas Negeri Semarang
  • X'sther Dwy K Acide Universitas Negeri Semarang

Keywords:

sanitasi, pengasapan ikan, kondisi kesehatan, tantangan kesehatan, Desa Bandarharjo

Abstract

Di Desa Bandarharjo terdapat usaha sentra pengasapan ikan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Di samping itu, praktik ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya hasil pemeriksaan masyarakat Bandarharjo yang menyatakan bahwa terdapat keluhan batuk dan sesak napas yang diduga merupakan akibat dari paparan asap yang dihasilkan industri pengasapan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi sanitasi lingkungan di wilayah Bandarharjo dengan fokus pada dampak aktivitas pengasapan ikan terhadap kualitas kesehatan masyarakat, khususnya terkait penyakit yang muncul akibat paparan asap dan sanitasi lingkungan yang buruk serta berupaya mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini dikaji menggunakan metode kualitatif untuk memahami tantangan dan dampak kualitas kesehatan akibat pengasapan ikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah di Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo kurang teratur, adanya pencemaran udara dari asap hasil pengasapan, serta minimnya fasilitas sanitasi yang memperburuk kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Keluhan batuk dan sesak napas jarang dialami oleh pekerja dan warga sekitar, tetapi masalah sakit pinggang kerap dikeluhkan dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam proses pengasapan masih sangat minim. Penelitian ini merekomendasikan adanya peningkatan pengelolaan limbah, penerapan teknologi pengendalian emisi, edukasi kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan rutin untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Downloads

Published

2025-07-21

Issue

Section

Articles