Analisis faktor dan dampak keracunan masal MBG di SMK Pembangunan Cipongkor, Bandung Barat

Authors

  • Alviomita Dwi Maurienza Universitas Negeri Semarang
  • Farah Aulia Tsurrayya Universitas Negeri Semarang
  • Humaira Yulfa May Zuhra Universitas Negeri Semarang
  • Naura Radhanti Shara Universitas Negeri Semarang
  • Nisriina Marfa Zerlindah Universitas Negeri Semarang
  • Tiara Asshofia Lubis Universitas Negeri Semarang
  • Yuriska Phangestu Universitas Negeri Semarang

Keywords:

keracunan masal, Makanan Bergizi Gratis (MBG), keamanan pangan, program sekolah, kesehatan siswa

Abstract

Program MBG di SMK Pembangunan Cipongkor yang dimulai pada tahun ajaran 2025/2026 untuk meningkatkan gizi siswa dari keluarga berpenghasilan rendah justru menyebabkan keracunan massal pada 47 siswa pada 12 September 2025. Studi kualitatif ini, berdasarkan dokumen kebijakan, laporan medis, berita lokal, dan unggahan media sosial, menelusuri faktor-faktor sistemik penyebab kejadian tersebut. Hasil menunjukkan bahwa penyimpanan makanan lebih dari tiga jam pada suhu 32°C, penggunaan bahan yang tidak terverifikasi, kurangnya pelatihan keamanan pangan, serta sikap diam siswa karena takut dianggap tidak bersyukur turut memicu insiden. Ketiadaan pengawasan dan mekanisme pengaduan mencerminkan kelalaian struktural yang juga ditemukan pada 34 SMK lain di Bandung Barat. Kasus ini menegaskan adanya kesenjangan antara kebijakan nasional dan pelaksanaannya, sehingga diperlukan transparansi, pelatihan tenaga, dan keterlibatan siswa agar program MBG berjalan aman dan berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-03-10

Issue

Section

Articles