Pengaruh Pola Hidup Terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat UNNES
Keywords:
Indeks Massa Tubuh (IMT), Mahasiswa, Pola Makan, Aktivitas FisikAbstract
Kebiasaan makan yang kurang baik sering jadi pemicu utama kenaikan indeks massa tubuh (IMT) pada mahasiswa, apalagi dengan rutinitas kuliah yang melelahkan dan mudahnya nongkrong di warung cepat saji. Di Indonesia, kasus kelebihan berat badan dan obesitas di usia muda sudah lumayan tinggi, sekitar 20-30 persen, yang bisa membawa masalah kesehatan jangka panjang seperti diabetes atau tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba menggali lebih dalam pengaruh aspek pola hidup (pola makan, aktivitas fisik, dan tidur) dengan IMT pada mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang. Kami melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan (75) mahasiswa dari Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang, tepatnya dari 23 September 2025 sampai 10 Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan IMT gizi kurang sebanyak 25 orang (33,3%), responden dengan IMT normal 35 orang (46,7%), responden dengan IMT overweight sebanyak 12 orang (16%), dan responden dengan IMT obesity I sebanyak 3 orang (4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa (62,7%) makan kurang dari 3 kali sehari, 72% jarang beraktivitas fisik, dan 42,7% jarang sarapan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pola makan tidak teratur, rendahnya aktivitas fisik, dan kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula berkontribusi terhadap ketidakseimbangan IMT mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran mahasiswa terhadap penerapan pola hidup sehat melalui edukasi gizi dan promosi kesehatan di lingkungan kampus untuk mencegah risiko kelebihan atau kekurangan berat badan.