Analisis Tingkat Pemahaman Masyarakat dan Penanggulangan Terhadap Penyakit DBD di Sekitar RSUP Kariadi, Semarang Selatan
Keywords:
Demam Berdarah Dengue, PHBS, Partisipasi Masyarakat, Pencegahan DBD, SemarangAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, terutama di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Kota Semarang. Penularan penyakit ini dipengaruhi oleh perilaku hidup masyarakat dan kondisi lingkungan yang kurang bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman masyarakat terhadap penyakit DBD serta peran masyarakat dan pemerintah dalam upaya pencegahan di wilayah sekitar RSUP Dr. Kariadi, Semarang Selatan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan cukup baik mengenai penyebab dan pencegahan DBD melalui perilaku 3M Plus. Partisipasi aktif masyarakat terlihat melalui kegiatan pemeriksaan jentik, kerja bakti, dan pelaporan kasus melalui aplikasi digital Tunggal Dara. Namun, kesadaran mandiri dalam menjaga kebersihan masih perlu ditingkatkan, serta dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana dan evaluasi program masih terbatas. Penelitian ini bermanfaat sebagai acuan dalam pengembangan strategi edukasi kesehatan berbasis komunitas dan teknologi digital guna meningkatkan efektivitas pencegahan DBD secara berkelanjutan.