Makna Kebebasan Memilih Kehidupan Perempuan melalui Pendekatan Interpretatif pada Film Mamma Mia!

Authors

  • Dhiya Ulhaq Azyumardy Azra Hermawan Universitas Negeri Semarang
  • Melanie Ayu Suranto Universitas Negeri Semarang
  • Okta Fitriana Universitas Negeri Semarang
  • Shafa Kamila Salsabila Universitas Negeri Semarang
  • Amalia Widyastuti Universitas Negeri Semarang
  • Rizqa Yuli Rafidah Universitas Negeri Semarang
  • Alvina Ayu Kirana Universitas Negeri Semarang
  • Fitriani Ghina Imanniki Universitas Negeri Semarang

Keywords:

kebebasan memilih, representasi perempuan, feminisme, pendekatan interpretatif, Mamma Mia!

Abstract

Film merupakan media komunikasi massa yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai teks ideologis yang mengonstruksi nilai-nilai sosial termasuk representasi gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kebebasan memilih kehidupan perempuan dalam film Mamma Mia! (2008) sutradara Phyllida Lloyd melalui pendekatan interpretatif dengan perspektif teori feminisme liberal dan feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-naratif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dialog, adegan, dan elemen visual yang berfokus pada empat karakter perempuan utama, Donna, Sophie, Rosie, dan Tanya. Analisis data mengikuti lima fase Yin (2016) yaitu compiling, disassembling, reassembling, interpreting, dan concluding. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, bahasa sinematografis film secara konsisten menolak logika male gaze dan menempatkan perempuan sebagai subjek aktif melalui pilihan sudut kamera, koreografi, dialog, dan penggunaan ruang. Kedua, dinamika hubungan antar karakter perempuan merepresentasikan sororitas feminis yang autentik, bebas dari stereotip persaingan, dengan pola saling mendukung tanpa mediasi figur maskulin. Ketiga, setiap karakter mewujudkan bentuk kebebasan berbeda. Donna merepresentasikan kemandirian ekonomi dan identitas di luar status marital, Rosie merepresentasikan selibat positif sebagai pilihan bermartabat, Tanya merepresentasikan otonomi tubuh dan subversi stigma perceraian, serta Sophie merepresentasikan penundaan pernikahan demi penemuan jati diri. Secara keseluruhan, film ini mengimplementasikan feminisme implisit-sistemik yang menanamkan nilai-nilai kesetaraan gender secara menyeluruh dalam setiap lapisan produksi tanpa pernyataan deklaratif, sehingga menghadirkan ekosistem representasi pluralisme kebebasan perempuan yang inklusif dan koheren.

Downloads

Published

2025-06-01

Issue

Section

Articles