Evaluasi Pengaruh Jenis Gelling Agent (HPMC dan Karbomer) terhadap Mutu Gel Natrium Diklofenak
Keywords:
Gel, Natrium diklofenak, HPMC, Karbomer, Gelling agentAbstract
Natrium diklofenak adalah sebuah obat non steroid antiinflamasi (AINS) yang sering digunakan untuk meredakan rasa sakit dan peradangan. Formulasi Gel topikal yang mengandung natrium diklofenak lebih disukai untuk mengurangi efek samping pada gastrointestinal yang biasanya muncul pada pemberian secara oral. Jenis gelling agent yang dipilih memiliki dampak besar pada sifat fisikokimia dari gel yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan pengaruh dua jenis gelling agent, yaitu HPMC (Hidroksipropil Metilselulosa) dan karbomer (Carbopol 940), terhadap mutu fisik gel natrium diklofenak. Dua formula dibuat: F1 dengan Carbopol 940 (1,5%) danF2 dengan HPMC (7,5%). Evaluasi kualitas mencakup pengujian organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, isi minimum, stabilitas freeze-thaw, serta pengujian iritasi. Keduanya menunjukkan sifat homogen, memiliki pH 6, memenuhi syarat uji batas minimum, stabil dalam kondisi freeze-thaw, dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. F1 menunjukkan daya lekat yang lebih tinggi, sedangkan F2 memperlihatkan daya sebar yang lebih rendah saat diuji dengan beban maksimal. Jenis gelling agent secara signifikan memengaruhi daya sebar dan daya lekat, namun tidak memengaruhi pH, homogenitas, maupun profil keamanan. Hasil ini mengindikasikan bahwa gel berbasis karbomer (F1) memberikan karakteristik daya lekat yang lebih baik, sementara optimasi konsentrasi HPMC diperlukan untuk meningkatkan daya sebar F2.