Frekuensi Keluhan Konstipasi dan Hubungannya dengan Konsumsi Sayur-Buah pada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang
Keywords:
serat pangan, konstipasi, buah, sayur, kesehatan masyarakatAbstract
Konstipasi merupakan gangguan pencernaan yang umum terjadi dan sering dikaitkan dengan rendahnya asupan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi buah dan sayur dengan kejadian konstipasi pada mahasiswa baru Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 74 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa (40,5%) hanya mengonsumsi buah dan sayur dua hingga tiga kali per minggu, dan 82,4% diantaranya mengalami keluhan pencernaan akibat rendahnya asupan serat. Ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara rendahnya konsumsi serat dengan kejadian konstipasi. Asupan serat yang cukup dapat meningkatkan volume feses, melunakkan teksturnya, serta memperlancar proses buang air besar sehingga dapat mencegah konstipasi. Oleh karena itu, mahasiswa disarankan untuk menerapkan pola makan seimbang dengan memperbanyak sumber serat alami. Pihak kampus juga diharapkan mendukung upaya peningkatan gizi melalui edukasi dan penyediaan makanan tinggi serat di lingkungan kampus.