Peran Green Chemistry Terhadap Limbah Hasil Praktikum Pada Mahasiswa Kimia Universitas Negeri Semarang
Keywords:
green chemistry, pengelolaan limbah , praktik berkelanjutan, pencegahan limbah, larutan aman.Abstract
Eksperimen di laboratorium dalam program studi kimia sarjana menghasilkan limbah berbahaya yang berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, terutama di lingkungan pendidikan yang memiliki sumber daya terbatas seperti di negara berkembang. Penelitian ini mencoba menerapkan prinsip-prinsip kimia hijau untuk mengurangi limbah yang dihasilkan dalam praktikum mahasiswa di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Indonesia. Mengacu pada kerangka pendidikan kimia hijau yang sudah mapan, seperti pencegahan limbah, penggunaan pelarut yang lebih aman, dan efisiensi atom, penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas eksperimen yang telah direvisi dalam mengurangi jumlah limbah, tingkat keberacunan, dan biaya pengelolaan limbah, sekaligus mempertahankan hasil pembelajaran yang baik. Tujuan utama penelitian adalah menilai bagaimana penerapan prinsip kimia hijau seperti teknik mikroskala, bahan kimia yang ramah lingkungan, dan evaluasi siklus hidup dapat mengubah praktikum kimia organik dan anorganik yang tradisional menjadi praktik yang lebih berkelanjutan sesuai dengan kurikulum kimia di UNNES. Tujuan kedua adalah mengukur tingkat kesadaran mahasiswa dan tingkat kepatuhan institusi terhadap aturan lingkungan yang berlaku. Hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa penerapan protokol kimia hijau bisa mengurangi limbah di laboratorium setidaknya sebesar 70% pada eksperimen yang ditujukan, seperti sintesis aspirin dan titrasi asam-basa, tanpa mengurangi tingkat efektivitas pembelajaran, yang dibuktikan melalui perbandingan data limbah dan kinerja mahasiswa sebelum dan sesudah intervensi. Metode yang digunakan meliputi audit limbah secara kuantitatif dan survei secara kualitatif. Temuan awal menunjukkan penurunan limbah sebesar 65–80%, yang mendukung hipotesis dan menunjukkan potensi penerapan kimia hijau dalam skala yang lebih luas di pendidikan tinggi Indonesia. Hasil ini mendorong pembaruan kurikulum agar dapat menghasilkan kimiawan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus mendukung target keberlanjutan global dalam pendidikan kimia.