Pengaruh Massa Gula terhadap Pengawetan Mangifera indica berjenis Mahatir

Authors

  • Zulfan Haidar Ali Ashari
  • Devi Shofia Az-Zahra
  • Allyvia Agqni Maudi Artiningsih
  • Elroy Gavrila Purba
  • Marita Mukti Puspaningrum
  • Clara Naisya Zahwa Islami
  • Abi Ikhal Khafid
  • Amelia Nayla Avril Maulidiyah
  • Magdalena Cahya Putri Sukirno
  • Farhan Nabil Robbani

Keywords:

Mangga (Mangifera indica) Mahatir, gula, kualitas buah, aktivitas air, daya simpan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi massa gula terhadap efektivitas pengawetan buah mangga (Mangifera indica) jenis Mahatir. Buah mangga memiliki kadar air yang tinggi sehingga mudah mengalami kerusakan dan diperlukan metode pengawetan sederhana seperti penggunaan gula yang mampu menurunkan aktivitas air dan menekan pertumbuhan mikroorganisme. Pada penelitian ini, potongan mangga direndam dalam tiga variasi larutan gula, yakni 100 g, 200 g, dan 300 g gula dalam 200 mL air, lalu diamati perubahan warna, aroma, dan teksturnya selama sepuluh hari. Hasil menunjukkan bahwa jumlah gula yang digunakan sangat memengaruhi ketahanan buah. Gula 100 g menyebabkan buah cepat lembek dan rusak, sedangkan pada perlakuan 300 g justru mempercepat kerusakan tekstur akibat tekanan osmotik berlebih yang menarik air keluar dari jaringan buah, sehingga buah menjadi terlalu lembek dan berjamur pada hari ke-7. Perlakuan 200 g menjadi yang paling optimal karena mampu mempertahankan warna, aroma, dan tekstur buah paling lama tanpa menyebabkan kerusakan pada buah yang terlalu cepat. Dengan demikian, massa gula sedang yakni 200 g terbukti paling efektif dalam pengawetan mangga Mahatir. Temuan ini menegaskan pentingnya penentuan konsentrasi gula yang optimal agar diperoleh kualitas pengawetan alami yang efisien dan aman.

Downloads

Published

2026-03-01

Issue

Section

Articles