Perbandingan Nilai Edukatif TikTok dan YouTube terhadap Quarter Life Crisis Mahasiswa di Era Digital

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Afika Febri Nursafitri
Aulia Fia Alfusanah
Citra Pujiana Hafshah
Jorfan Muhammad Jordan
Muhammad Saifuddin
Muhammad Zaky Irfan
Zubaidatunnafisah
Muhammad Rifky Ivan Permana

Abstract

Perkembangan TikTok dan YouTube membuat kedua platform ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang dekat dengan keseharian mahasiswa. Pada saat yang sama, mahasiswa sering berada dalam fase quarter life crisis (QLC), yaitu periode ketika individu mulai mempertanyakan tujuan hidup, arah karier, dan identitas diri. Perpaduan antara tekanan psikologis tersebut dan intensitas penggunaan media digital menjadikan TikTok dan YouTube berperan penting dalam membentuk cara mahasiswa mencari pengetahuan sekaligus mengelola pengalaman emosionalnya. Penelitian ini bertujuan membandingkan nilai edukatif dari kedua platform serta memahami bagaimana masing-masing mendukung mahasiswa menghadapi QLC. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui penelusuran literatur ilmiah terkait pembelajaran digital dan QLC. Hasil kajian menunjukkan bahwa TikTok memberikan respons cepat terhadap kebutuhan emosional mahasiswa melalui konten singkat yang menawarkan validasi, motivasi, dan gambaran pengalaman serupa dari pengguna lain. Sebaliknya, YouTube menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman tentang diri dan strategi menghadapi QLC melalui materi yang terstruktur, reflektif, dan informatif. Kombinasi kedua platform tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh dukungan emosional jangka pendek sekaligus pemahaman jangka panjang. Temuan ini memberikan dasar bagi mahasiswa, pendidik, dan pembuat konten untuk mengoptimalkan potensi media digital dalam membantu proses adaptasi psikologis dan pembelajaran di era digital.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##