Analisis Semantik Diksi Emosional Dalam Instruksi Teks (Prompt) Terhadap Estetika Visual Karya Seni AI
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa sebagai instrumen artistik dengan menelaah pengaruh diksi emosional dalam instruksi teks prompt terhadap estetika visual pada seni generatif AI, khususnya pada komposisi warna, pencahayaan, dan suasana. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Sumber data penelitian ini berupa data sekunder yang terdiri dari 250 pasangan prompt teks dan output visual yang dikurasi secara ketat menggunakan teknik criterion sampling dari repositori publik dan komunitas seni AI, seperti Midjourney Community Feed. Teknik analisis data dilakukan melalui dua lapisan semantik, yaitu lapis denotatif untuk mengelompokkan kata berdasarkan makna leksikal dasar, dan lapis konotatif untuk menelaah konteks frasa guna menangkap nuansa emosional spesifik, yang kemudian dipadukan dengan analisis estetika visual menggunakan metode ikonografi Panofsky serta analisis korelasi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan diksi emosional berpengaruh signifikan terhadap kualitas visual yang dihasilkan; diksi denotatif berfungsi sebagai fondasi instruksi yang stabil, sedangkan diksi konotatif menjadi kunci dalam menciptakan kedalaman estetika dan atmosfer visual yang kompleks. Selain itu, ditemukan bahwa intensitas emosi yang tinggi menghasilkan visual yang dramatis dengan kontras tajam, meskipun AI masih menunjukkan keterbatasan atau anomali dalam memahami emosi yang abstrak atau ambigu. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam menjembatani ilmu humaniora dan teknologi AI, serta kontribusi praktis berupa panduan strategis bagi praktisi kreatif untuk mengoptimalkan kolaborasi estetis antara intuisi manusia dan logika mesin.