Peran Pendidikan Sejarah dalam Memitigasi Hoaks dan Distorsi Sejarah di Era Post-Truth: A Systematic Review of Research Trends and Conceptual Approaches

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Diva Kharisma
Isnaeni Kunto Purwaningsih
Radot Moses Naftali Pardede
Muhammad Rafif Al’Aziz
Caesar Fajar Ar Rajab

Abstract

Era post-truth ditandai dengan meningkatnya penyebaran hoaks, misinformasi, dan distorsi sejarah, di mana kebenaran objektif seringkali tergeser oleh emosi dan keyakinan subjektif. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas pengetahuan publik serta melemahnya fungsi epistemologis sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penelitian dan pendekatan konseptual terkait peran pendidikan sejarah dalam memitigasi hoaks dan distorsi sejarah, serta merumuskan model konseptual yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode systematic literature review (SLR) berbasis protokol PRISMA. Sebanyak 32 artikel ilmiah yang terbit pada periode 2019–2026 dianalisis menggunakan teknik thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola, kecenderungan, dan kesenjangan dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan dominasi pendekatan literasi digital dan media sebagai solusi teknis yang cenderung reduksionistik dan belum mampu menjangkau dimensi epistemologis dari fenomena post-truth. Penelitian ini menemukan adanya kesenjangan integrasi antara literasi digital dan epistemologi sejarah. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan Triadic Model of Historical Literacy in the Post-Truth Era yang mengintegrasikan dimensi kognitif (historical thinking), digital, dan etis sebagai kerangka komprehensif. Model ini menegaskan peran strategis pendidikan sejarah dalam membangun kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengembangan kerangka konseptual integratif serta kontribusi praktis dalam pengembangan strategi pembelajaran yang adaptif di era digital.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##