Journal of Education and Technology
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet
<p>Journal of Education and Technology merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Indonesia menerbitkan artikel di bidang pendidikan dan teknologi, termasuk teknologi terapan pada bidang pendidikan. Tujuan publikasi jurnal adalah untuk menyebarluaskan hasil penelitian. Setiap artikel harus mempunyai temuan dari penelitian yang dilaksanakan.</p> <p>Terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada Bulan Juni dan Desember. Pengiriman artikel melalui sistem online dengan terlebih dahulu mendaftar pada link ini. Artikel harus sesuai dengan pedoman penulisan artikel.</p> <p><span class="tlid-translation translation" lang="id">Naskah yang diajukan ke jurnal akan diseleksi melalui proses penelaahan oleh Dewan Redaksi. Naskah akan dikirim ke Mitra Bebestari / <em>peer reviewer,</em> kemudian akan melalui proses <em>Double-Blind Peer Review.</em></span></p> <p><a title="ISSN (online)" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2798-2521" target="_blank" rel="noopener"><span class="tlid-translation translation" lang="id"><em>ISSN: 2798-2521</em></span></a></p>Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Indonesiaen-USJournal of Education and Technology2798-2521Dampak Perkembangan AI Yang Mengubah Kebiasaan Belajar dan Mengerjakan Tugas Mahasiswa
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1910
<p>Artificial intellegence merupakan hasil dari kemajuan teknologi yang berguna untuk mempermudah pencarian informasi hingga keefektifan waktu dalam mengerjakan tugas. Maraknya penggunaan AI dalam mengerjakan suatu tugas memiliki pengaruh terhadap cara berfikir kritis penggunaanya termasuk bagi mahasiswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh penggunaan AI dalam mengerjakan tugas mahasiswa. Model atau metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode survey atau penyebaran kuesioner. Responden penelitian ini yakni mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Tujuan dari ini adalah untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (<em>Artificial Intellegence)</em> dalam mengerjakan tugas. Dan variabel dependen (berfikir kritis mahasiswa). penelitian ini menggunakan teori berfikir kritis yaitu dengan melihat indikatornya berupa interpretasi, analisis, evaluasi, dan konferensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan AI berpengaruh terhadap cara berfikir kritis banyak mahasiswa. Seluruh responden (23 mahasiswa atau 100%) menggunakan AI dalam kegiatan akademik mereka, meskipun dengan tingkat pemanfaatan yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil jawaban pada kuesioner yang di paparkan dalam tabel hasil pembahasan di bawah. Hasil tersebut memberikan penjelasan bahwasannya penggunaan AI tidak sepenuhnya mempengaruhi cara berfikir kritis mahasiswa. Terdapat beberapa faktor yakni tuntutan keaslian tugas tanpa adanya copypaste atau perintah untuk menjelaskan tugas secara terperinci yang turut serta memberikan pengaruh berpikir kritis mahasiswa.</p>Adnan Farrel HaidaarFebrianaRaisa Noer destiawanDesti Ratana PutriJanistri Kafah AdiaswatiHellen Safina AzzahraYemima Michelina Joice T.Ahmad Avatar RiskyHermawan Anugerah PutraDiazandro Putra Williansyah
Copyright (c) 2026
2026-09-072026-09-076118Dampak Teknologi Artificial Intelligence (AI) Terhadap Strategi Belajar Mahasiswa Universitas Negeri Semarang
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1911
<p>Kemajuan pesat di bidang kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan besar di berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif dampak penerapan teknologi AI terhadap strategi belajar mahasiswa di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan memanfaatkan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara mendalam, dan tinjauan pustaka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi AI termasuk chatbot, aplikasi pembelajaran adaptif, dan alat bantu penulisan berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, memperluas akses ke sumber informasi, serta memfasilitasi pemahaman materi yang lebih cepat dan personal. Di sisi lain, penggunaan teknologi AI juga berpotensi mengurangi kemampuan berpikir kritis, menyebabkan ketergantungan berlebihan pada teknologi, dan menimbulkan isu terkait etika akademik. Berdasarkan temuan ini, studi ini merekomendasikan perlunya menerapkan strategi pembelajaran yang secara proporsional mengintegrasikan penggunaan teknologi AI dengan penguatan kemampuan kognitif siswa. Diharapkan hasil studi ini dapat memberikan kontribusi substantif bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang responsif terhadap dinamika kemajuan teknologi.</p>NG. Gita Ayu CahyaniMuhammad Evan Anindya S.Naura Salsabila AzzahroSaddam Nurell Ar RaisFaris Vitra Reka AufaaDominica Yorynda PutriAndika Abiem PradanaHasnak Zulfa HananIrsyad Nadhif WardanaChrismadesta Ruben Firmansyah
Copyright (c) 2026
2026-09-072026-09-0761918Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Studi Kasus terhadap Pemahaman Konseptual Mahasiswa Pendidikan IPS Semester II pada Mata Kuliah Pengantar Ilmu Sosial
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1912
<p>Pemahaman konseptual merupakan capaian pembelajaran penting dalam pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di perguruan tinggi. Namun, mahasiswa masih cenderung mengandalkan hafalan dibandingkan pemahaman yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode pembelajaran studi kasus terhadap pemahaman konseptual mahasiswa Pendidikan IPS Semester II pada mata kuliah Pengantar Ilmu Sosial di Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional dan jenis penelitian ex post facto. Subjek penelitian terdiri atas 58 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 139 mahasiswa aktif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang terdiri atas 20 butir pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode studi kasus memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman konseptual mahasiswa, kemampuan berpikir kritis, partisipasi dalam diskusi, dan kemampuan menerapkan konsep dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, masih ditemukan keterbatasan pada aspek partisipasi verbal dan kemampuan menghubungkan antar konsep. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran IPS yang lebih efektif dan bermakna di perguruan tinggi.</p>Adi ArsyadMutiara Arofatul FadilahNatasya Olga AurelliaMuhammad Taraka Bangkit PutraAyumi Cavandish SaikhuMuhammad Bagas FirmansyahRaudzah Mudji Fadhil RisqitullahIndri AnditaNethanya Alhawa PratyharaReva Farhena Primadhita Putri
Copyright (c) 2026
2026-09-072026-09-07611925Analisis Semantik Diksi Emosional Dalam Instruksi Teks (Prompt) Terhadap Estetika Visual Karya Seni AI
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1913
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa sebagai instrumen artistik dengan menelaah pengaruh diksi emosional dalam instruksi teks prompt terhadap estetika visual pada seni generatif AI, khususnya pada komposisi warna, pencahayaan, dan suasana. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (<em>content analysis</em>). Sumber data penelitian ini berupa data sekunder yang terdiri dari 250 pasangan <em>prompt</em> teks dan <em>output</em> visual yang dikurasi secara ketat menggunakan teknik <em>criterion sampling</em> dari repositori publik dan komunitas seni AI, seperti <em>Midjourney Community Feed</em>. Teknik analisis data dilakukan melalui dua lapisan semantik, yaitu lapis denotatif untuk mengelompokkan kata berdasarkan makna leksikal dasar, dan lapis konotatif untuk menelaah konteks frasa guna menangkap nuansa emosional spesifik, yang kemudian dipadukan dengan analisis estetika visual menggunakan metode ikonografi Panofsky serta analisis korelasi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan diksi emosional berpengaruh signifikan terhadap kualitas visual yang dihasilkan; diksi denotatif berfungsi sebagai fondasi instruksi yang stabil, sedangkan diksi konotatif menjadi kunci dalam menciptakan kedalaman estetika dan atmosfer visual yang kompleks. Selain itu, ditemukan bahwa intensitas emosi yang tinggi menghasilkan visual yang dramatis dengan kontras tajam, meskipun AI masih menunjukkan keterbatasan atau anomali dalam memahami emosi yang abstrak atau ambigu. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam menjembatani ilmu humaniora dan teknologi AI, serta kontribusi praktis berupa panduan strategis bagi praktisi kreatif untuk mengoptimalkan kolaborasi estetis antara intuisi manusia dan logika mesin.</p>Naela Nemis KhuresitaNaisha Nahwa Firdauzi MurtiIlham TofarosDiyah Ayu ListianaArkananta Arluh AbyudayaDzuldean Raafi Utomo
Copyright (c) 2026
2026-09-072026-09-07612632Peran Pendidikan Sejarah dalam Memitigasi Hoaks dan Distorsi Sejarah di Era Post-Truth: A Systematic Review of Research Trends and Conceptual Approaches
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1914
<p>Era post-truth ditandai dengan meningkatnya penyebaran hoaks, misinformasi, dan distorsi sejarah, di mana kebenaran objektif seringkali tergeser oleh emosi dan keyakinan subjektif. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas pengetahuan publik serta melemahnya fungsi epistemologis sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penelitian dan pendekatan konseptual terkait peran pendidikan sejarah dalam memitigasi hoaks dan distorsi sejarah, serta merumuskan model konseptual yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode systematic literature review (SLR) berbasis protokol PRISMA. Sebanyak 32 artikel ilmiah yang terbit pada periode 2019–2026 dianalisis menggunakan teknik thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola, kecenderungan, dan kesenjangan dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan dominasi pendekatan literasi digital dan media sebagai solusi teknis yang cenderung reduksionistik dan belum mampu menjangkau dimensi epistemologis dari fenomena post-truth. Penelitian ini menemukan adanya kesenjangan integrasi antara literasi digital dan epistemologi sejarah. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan Triadic Model of Historical Literacy in the Post-Truth Era yang mengintegrasikan dimensi kognitif (historical thinking), digital, dan etis sebagai kerangka komprehensif. Model ini menegaskan peran strategis pendidikan sejarah dalam membangun kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengembangan kerangka konseptual integratif serta kontribusi praktis dalam pengembangan strategi pembelajaran yang adaptif di era digital.</p>Diva KharismaIsnaeni Kunto PurwaningsihRadot Moses Naftali PardedeMuhammad Rafif Al’AzizCaesar Fajar Ar Rajab
Copyright (c) 2026
2026-09-072026-09-07613344