Journal of Education and Technology
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet
<p>Journal of Education and Technology merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Indonesia menerbitkan artikel di bidang pendidikan dan teknologi, termasuk teknologi terapan pada bidang pendidikan. Tujuan publikasi jurnal adalah untuk menyebarluaskan hasil penelitian. Setiap artikel harus mempunyai temuan dari penelitian yang dilaksanakan.</p> <p>Terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada Bulan Juni dan Desember. Pengiriman artikel melalui sistem online dengan terlebih dahulu mendaftar pada link ini. Artikel harus sesuai dengan pedoman penulisan artikel.</p> <p><span class="tlid-translation translation" lang="id">Naskah yang diajukan ke jurnal akan diseleksi melalui proses penelaahan oleh Dewan Redaksi. Naskah akan dikirim ke Mitra Bebestari / <em>peer reviewer,</em> kemudian akan melalui proses <em>Double-Blind Peer Review.</em></span></p> <p><a title="ISSN (online)" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2798-2521" target="_blank" rel="noopener"><span class="tlid-translation translation" lang="id"><em>ISSN: 2798-2521</em></span></a></p>Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Indonesiaen-USJournal of Education and Technology2798-2521Pengalaman Mahasiswa Bimbingan dan Konseling UNNES dalam Mengembangkan Pemikiran Kritis Melalui Penggunaan Kecerdasan Buatan: Sebuah Studi Fenomenologi
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1488
<p>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang dalam mengembangkan pemikiran kritis melalui penggunaan AI. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk menggali pengalaman subjektif mahasiswa dalam interaksi mereka dengan teknologi AI sebagai fasilitator proses berpikir. Data diperoleh melalui wawancara daring menggunakan WhatsApp terhadap enam mahasiswa aktif Program Studi Bimbingan dan Konseling UNNES. Analisis data dilakukan secara deskriptif, menghasilkan tema-tema yang menggambarkan pola pemanfaatan AI dalam aktivitas akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berperan penting sebagai alat reflektif yang membantu mahasiswa mengevaluasi dan mengintegrasikan informasi secara kritis. Namun, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi digital, dukungan pembelajaran kolaboratif, dan bimbingan dosen. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran yang menyeimbangkan antara penggunaan teknologi dan penguatan berpikir analitis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan model pembelajaran berbasis AI untuk meningkatkan kompetensi abad ke-21, khususnya bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling.</p>Faqih Al BasithMulan Ayu RahardjoAura Julia TantriPujna Raihan FirdausHanoriNyimas Arifah MuthmainnahNaira Fitriana AtyakafiNasywa WardatussalwaMuhammad Prasetya Arya PambudiNanda Mutiara Sani
Copyright (c) 2026
2026-02-142026-02-14528998Pengaruh Intensitas Bermain Game Roblox terhadap Motivasi Belajar dan Keterampilan Sosial pada Generasi Z Umur 15-17 Tahun
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1489
<p>Kehadiran <em>platform </em>Roblox kini menjadi tren gaya hidup di kalangan remaja Generasi Z karena menawarkan hiburan sekaligus ruang interaksi virtual. Kendati demikian, durasi bermain yang berlebihan memicu kekhawatiran terkait dampaknya pada aspek akademik dan sosial. Studi ini secara spesifik menyoroti dampak aktivitas bermain Roblox terhadap motivasi belajar dan kompetensi sosial, khususnya bagi remaja dalam rentang umur 15 hingga 17 tahun. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam riset ini dengan kuesioner sebagai instrumen utama. Partisipan riset melibatkan 60 siswa yang diambil dari SMA Negeri 12 dan SMA Teuku Umar Semarang. Proses pengolahan data memanfaatkan teknik regresi linier berganda berbantuan aplikasi SPSS seri 16.0. Temuan di lapangan memperlihatkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori intensitas bermain sedang (80%) dan motivasi belajar sedang (48,3%), namun memiliki keterampilan sosial yang rendah (66,7%). Berdasarkan uji ANOVA, diperoleh nilai signifikansi 0,145 (>0,05) serta perolehan koefisien determinasi ( ) di angka 0,066. Hasil ini mengindikasikan bahwa intensitas bermain Roblox tidak memberikan dampak signifikan terhadap motivasi belajar maupun keterampilan sosial. Kontribusi variabel ini hanya 6,6%, sedangkan sisa proporsi sebesar 93,4% berkaitan dengan variabel eksternal yang tidak dibahas dalam penelitian ini.</p>Muhammad Rafi’ul AnnamIlham MaulanaShafa Rizqia KhoirunnisaAzka BaihaqiRahma Cavindra JatiJoseph David William SiregarArina Hana
Copyright (c) 2026
2026-02-142026-02-145299104Perbandingan Nilai Edukatif TikTok dan YouTube terhadap Quarter Life Crisis Mahasiswa di Era Digital
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1490
<p>Perkembangan TikTok dan YouTube membuat kedua platform ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang dekat dengan keseharian mahasiswa. Pada saat yang sama, mahasiswa sering berada dalam fase quarter life crisis (QLC), yaitu periode ketika individu mulai mempertanyakan tujuan hidup, arah karier, dan identitas diri. Perpaduan antara tekanan psikologis tersebut dan intensitas penggunaan media digital menjadikan TikTok dan YouTube berperan penting dalam membentuk cara mahasiswa mencari pengetahuan sekaligus mengelola pengalaman emosionalnya. Penelitian ini bertujuan membandingkan nilai edukatif dari kedua platform serta memahami bagaimana masing-masing mendukung mahasiswa menghadapi QLC. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui penelusuran literatur ilmiah terkait pembelajaran digital dan QLC. Hasil kajian menunjukkan bahwa TikTok memberikan respons cepat terhadap kebutuhan emosional mahasiswa melalui konten singkat yang menawarkan validasi, motivasi, dan gambaran pengalaman serupa dari pengguna lain. Sebaliknya, YouTube menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman tentang diri dan strategi menghadapi QLC melalui materi yang terstruktur, reflektif, dan informatif. Kombinasi kedua platform tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh dukungan emosional jangka pendek sekaligus pemahaman jangka panjang. Temuan ini memberikan dasar bagi mahasiswa, pendidik, dan pembuat konten untuk mengoptimalkan potensi media digital dalam membantu proses adaptasi psikologis dan pembelajaran di era digital.</p>Afika Febri NursafitriAulia Fia AlfusanahCitra Pujiana HafshahJorfan Muhammad JordanMuhammad SaifuddinMuhammad Zaky IrfanZubaidatunnafisahMuhammad Rifky Ivan Permana
Copyright (c) 2026
2026-02-142026-02-1452105112Peran Literasi Digital terhadap Kemampuan Pencarian dan Pengelolaan Informasi Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Semarang
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1491
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menggambarkan tingkat literasi digital mahasiswa baru Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Literasi digital semakin penting bagi mahasiswa di era modern. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu mengakses informasi, tetapi juga menilai serta mengelola informasi dengan tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kemampuan mahasiswa baru dalam mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi digital untuk penulisan ilmiah. Pendekatan penelitian menggunakan metode angket yang melibatkan mahasiswa baru Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Data yang terkumpul melalui angket tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat literasi digital, khususnya dalam aspek minat membaca dan pemanfaatannya. Temuan penelitian ini bermanfaat secara praktis bagi pengembangan kurikulum pendidikan tinggi, terutama dalam memperkuat kompetensi literasi digital mahasiswa. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus daya saing mahasiswa agar lebih siap menghadapi tuntutan akademis di masa mendatang. Melangkah bersama di era digital membutuhkan penguasaan literasi digital sebagai pondasi utama dalam pendidikan. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknologi, tetapi juga mencakup kreativitas, keterampilan kolaboratif, kemampuan berpikir kritis, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Dengan literasi digital, kita mampu membangun masa depan yang penuh harapan dan peluang di era digital.</p>Jihan PeblianiHasna Fadhillah PutriJelytha Laura Talytha ManullangRaihana Cut DarmastutiHayu Dwi Aghisna SafitriMuhammad Hirzan RizkiArvina Neda Diah PertamaIndra ArdiansyahAbdan Zhafran Syakur
Copyright (c) 2026
2026-02-142026-02-1452113125Analisis Perspektif Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Tentang Urgensi PAUD sebagai Dasar Pendidikan
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1492
<p>Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap awal yang sangat menentukan perkembangan anak, baik dalam ranah kognitif, sikap, maupun keterampilan sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui pandangan mahasiswa baru mengenai urgensi PAUD sebagai fondasi pendidikan anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan sumber data primer yang diperoleh melalui wawancara kepada mahasiswa baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai PAUD berperan penting dalam menyiapkan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. PAUD dipandang mampu menanamkan keterampilan dasar, membangun karakter, mengembangkan kemampuan motorik, serta melatih anak bersosialisasi sejak dini. Temuan ini menegaskan bahwa PAUD tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan belajar, tetapi juga sebagai pijakan utama keberhasilan pendidikan berikutnya. Penelitian ini bermanfaat dalam memperkuat kesadaran akademisi dan masyarakat tentang pentingnya PAUD sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang berkualitas.</p>Dinda Aulia Nurul AiniRahmi AmaliaDiah PratiwiMuhammad Aiken Nursyifa
Copyright (c) 2026
2026-02-142026-02-1452126135Potensi dan Tantangan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran di SDI Darul Huda Semarang
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1493
<p>Transformasi pembelajaran di era digital menempatkan teknologi sebagai elemen penting dalam pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam potensi serta hambatan dalam penerapan teknologi digital di SDI Darul Huda Semarang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas VI, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan perwakilan dari kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital seperti proyektor, video pembelajaran, dan kuis interaktif telah digunakan dalam beberapa mata pelajaran seperti IPAS, PPKn, dan PAI. Siswa menunjukkan keterlibatan aktif dan minat yang tinggi saat teknologi digunakan dalam pembelajaran. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur, posisi proyektor yang menyulitkan pemasangan, keamanan alat teknologi yang belum memadai, serta perencanaan pembelajaran berbasis teknologi belum sepenuhnya terdokumentasi dalam bentuk formal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa rumusan strategi implementasi teknologi digital yang kontekstual dan berkelanjutan, serta pemetaan tantangan yang dapat dijadikan acuan oleh guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan dalam merancang pendekatan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah dasar islam.</p>Alvin Nusantara AdmajaLia AgustinaRefa LudianaInayatul FahmiM. Fauzul JawwadNazhifa AriskaUmmi Zahrotun Nisa’
Copyright (c) 2026
2026-02-142026-02-1452136145Studi Kasus: Analisis Faktor Penyebab Kurangnya Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Matematika Di MAN 1 Kota Semarang
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1494
<p>Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa faktor-faktor penentu yang berkontribusi terhadap ketidaktertarikan siswa dalam studi matematika di MAN 1 Kota Semarang. Fenomena berkurangnya keterlibatan dalam pendidikan matematika merupakan tantangan yang signifikan dalam bidang pedagogi, karena berdampak buruk pada kinerja akademik dan pengembangan keterampilan berpikir kritis di antara peserta didik. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif menggunakan teknik deskriptif, melibatkan kohort 60 peserta siswa dari kelas X, XI, dan XII, yang dipilih melalui metodologi pengambilan sampel yang bertujuan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup dan terbuka yang dirancang untuk menjelaskan faktor internal dan eksternal yang bertanggung jawab atas sikap apatis yang diamati terhadap pembelajaran. Temuan menunjukkan bahwa faktor internal utama termasuk pemahaman yang tidak memadai tentang prinsip-prinsip matematika dasar, berkurangnya motivasi untuk belajar, dan kekhawatiran tentang pelajaran yang dianggap menantang. Sebaliknya, faktor eksternal mencakup metode pengajaran berulang, variasi sumber belajar yang tidak memadai, dan pendekatan pedagogis pendidik yang tidak selaras dengan preferensi belajar siswa kontemporer. Siswa menganjurkan penggabungan strategi pedagogis yang lebih inovatif dan interaktif oleh pendidik, seperti integrasi media digital, permainan pendidikan, dan kerangka motivasi berbasis hadiah. Studi ini menyimpulkan bahwa menumbuhkan antusiasme yang lebih besar untuk pembelajaran matematika memerlukan strategi instruksional yang inovatif, pembentukan lingkungan pendidikan yang mendukung, dan upaya kolaboratif di antara pendidik, siswa, dan orang tua untuk memfasilitasi persepsi matematika sebagai subjek yang menyenangkan dan merangsang secara intelektual.</p>Mufida SrihabsariMutiara RengganisNila Lailatus SyifaMita WinnarniRahma Nur AfifahAilsa Callista RahmadaniNur Syafa Hadi MagfirohDela AprilianaSaskia BayudjatiNasya Mulya Varadilla
Copyright (c) 2026
2026-02-142026-02-1452146157Persepsi Siswa terhadap Metode Pembelajaran Matematika Guru dan Pengaruhnya terhadap Minat Belajar Siswa di SMA
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1495
<p>Rendahnya minat dalam mempelajari matematika tetap menjadi tantangan besar yang berdampak pada keterlibatan siswa dan pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan siswa terhadap metode pembelajaran matematika yang digunakan oleh guru serta dampaknya terhadap minat belajar. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner yang dibagikan secara online melalui Google Form kepada 40 siswa sekolah menengah dari tiga sekolah: SMAN 2 Mranggen, SMAN 2 Cikarang Barat, dan MAN 1 Karanganyar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode diskusi merupakan pendekatan yang paling dominan (55%), diikuti oleh metode ceramah (25%). Selain itu, integrasi teknologi dalam pembelajaran masih belum optimal, dibuktikan dengan 58% siswa yang menilai guru jarang memanfaatkannya. Namun demikian, lebih dari 90% siswa menyatakan merasa lebih percaya diri ketika guru menyajikan contoh nyata dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa model pembelajaran matematika yang variatif, interaktif, berbasis teknologi, dan kontekstual merupakan kunci dalam meningkatkan minat serta kualitas pembelajaran. Secara praktis, penelitian ini memberikan umpan balik berharga bagi guru, siswa, dan lembaga pendidikan untuk memperbaiki strategi pembelajaran sekaligus mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik.</p>Alifa AbidahAna Shofwatun NadaLina Putri RahmadaniAvisa Raina Nur ArifaIffansa Adi TamaM. Alfito ArrantisiMuhammad Fatkhul MubarokAmrina RosyadaMahya Halida Nafis
Copyright (c) 2026
2026-02-142026-02-1452158170Pemanfaatan Laboratorium Virtual untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran IPA: Systematic Literatur Review
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1496
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas laboratorium virtual terhadap keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran IPA. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada permasalahan keterbatasan fasilitas laboratorium konvensional yang yang menghambat proses kegiatan praktikum siswa di berbagai sekolah. Dengan menggunakan metode <em>Systematic Literatur Review (SLR),</em> penelitian ini mengkaji sejumlah studi terdahulu, baik nasional maupun internasional yang membahas penerapan laboratorium virtual dalam proses pembelajaran sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laboratorium virtual mampu meningkatkan keterlibatan siswa melalui proses eksperimen yang lebih interaktif, fleksibel, serta aman sehingga dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Media ini juga efektif dalam memperkuat aspek kognitif, efektif, psikomotorik, sosial, serta berperan penting dalam mengembangkan kemampuan literasi digital dan keterampilan abad-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Namun, dalam meningkatkan media ini, masih ada masalah-masalah yang muncul, seperti kurangnya literasi digital guru, keterbatasan sarana teknologi, serta kurangnya konten pembelajaran kontekstual. Oleh karena itu, pelatihan guru, pengembangan konten pembelajaran kontekstual, serta dukungan kebijakan pendidikan menjadi faktor penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan laboratorium virtual sebagai sarana inovatif dalam proses pembelajaran di era digital.</p>Amira Cahya RujianiSifva Devi AryaniFatiha Naura Putri ArmildaSasmita Sinta MeylaQaida Erdita ZhilalAdi PratamaAhmad Fakhruddin Ar RoziMuhammad Garin Dwi Prastianto
Copyright (c) 2026
2026-02-142026-02-1452171179Persepsi Mahasiswa Pendidikan IPA terhadap Efektivitas Pendekatan Inkuiri Terbimbing dalam Pembelajaran Mata Kuliah IPA Dasar
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/1498
<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Negeri Semarang terhadap efektivitas pendekatan inkuiri terbimbing dalam pembelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Negeri Semarang yang telah mengikuti pembelajaran IPA Dasar berbasis inkuiri terbimbing. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup delapan indikator, yaitu pemahaman terhadap inkuiri, keaktifan, motivasi, pemahaman konsep, berpikir kritis, peran dosen, kerja sama kelompok, dan kesenangan belajar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk melihat kecenderungan persepsi mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap inkuiri terbimbing, terutama dalam meningkatkan keterlibatan, pemahaman konsep, dan kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa juga menilai bimbingan dosen sangat membantu proses penyelidikan sehingga pembelajaran lebih terarah. Temuan ini konsisten dengan literatur yang menekankan pentingnya scaffolding dan pengalaman eksploratif dalam keberhasilan pembelajaran inkuiri. Secara keseluruhan, pendekatan inkuiri terbimbing dinilai relevan dan efektif diterapkan dalam pembelajaran IPA di perguruan tinggi.</p>Nadila Okvita RamadhaniArifa Nurrizky ZahraAna Ratri Felita RamadhaniMuhammad Daffa Raihan RamadhaniCikeanggi JayantiGadiza NailamunaSiti Rif’atun HaniyahFirda AuliaMaximilian Aji Widyadhana
Copyright (c) 2026
2026-02-142026-02-1452180189