Analisis Dampak Kebiasaan Sarapan terhadap Pola Aktivitas dan Konsentrasi Belajar Remaja Rentang Usia 10-18 Tahun
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Kebiasaan sarapan sering diabaikan oleh kelompok remaja (usia 10-18 tahun), padahal sarapan merupakan sumber energi penting yang berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi harian dan menjaga kadar glukosa darah untuk menunjang aktivitas dan konsentrasi belajar. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018) menunjukkan bahwa sekitar 47,7% anak usia sekolah di Indonesia tidak terbiasa sarapan setiap hari. Melewatkan sarapan dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, daya tangkap otak berkurang, dan kelelahan, yang berdampak negatif pada performa belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak komprehensif kebiasaan sarapan terhadap pola aktivitas dan konsentrasi belajar pada remaja usia 10-18 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 50 remaja berusia 10-18 tahun dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mencakup frekuensi sarapan, jenis makanan, pola aktivitas, dan tingkat konsentrasi belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% responden sarapan setiap hari, dengan alasan utama tidak sarapan adalah terburu-buru ke sekolah (52,3%). Kebiasaan sarapan terbukti berpengaruh signifikan. Remaja yang sarapan cenderung lebih aktif dan mayoritas (60%) selalu memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas. Sebanyak 90% responden menyatakan sarapan sangat penting/penting dalam meningkatkan konsentrasi belajar, sementara yang tidak sarapan mengaku sulit fokus, mengantuk, dan mudah lelah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebiasaan sarapan memiliki pengaruh kuat terhadap pola aktivitas dan konsentrasi belajar remaja. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi landasan untuk merancang program intervensi gizi dan edukasi di sekolah dan keluarga guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya sarapan sehat sejak dini.