Representasi Diri melalui Efek Velocity TikTok pada Generasi Z Usia 17-20 Tahun di Lingkungan Kampus Semarang
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Meningkatnya penggunaan TikTok di kalangan Generasi Z telah menghadirkan ruang baru untuk berekspresi dan membangun identitas diri di dunia digital. Salah satu fitur yang banyak digunakan adalah efek velocity, yaitu teknik pengeditan yang memperlambat sebagian video untuk menampilkan kesan estetik dan dramatis. Fenomena ini menunjukkan bagaimana generasi muda memanfaatkan media sosial tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana representasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa berusia 17–20 tahun di lingkungan kampus Semarang menggunakan efek velocity sebagai bentuk representasi diri di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dan kuesioner daring menggunakan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan efek velocity untuk mengekspresikan kreativitas, membangun citra diri, dan meningkatkan kepercayaan diri. Mahasiswa Semarang memandang velocity sebagai sarana hiburan sekaligus ruang untuk menunjukkan kepribadian dan gaya mereka di media sosial. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman tentang bagaimana media sosial berperan dalam pembentukan identitas digital generasi muda serta mendorong penggunaan media sosial yang lebih kreatif, positif, dan bertanggung jawab.