Peningkatan Penjualan Obat Cacing Dampak dari Kasus Meninggalnya Balita Asal Sukabumi di Kecamatan Semarang Barat

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Ahmad Putra Fachriza
Apriliani Anindita
Farah Gammathirsty Elsyarif
Fathiyyah Laila Ramadhani
Keandrina Maharani Kayla Handoyo
Keisya Amanda Ramadhani

Abstract

Kasus viral meninggalnya seorang balita akibat kecacingan di Sukabumi pada tahun 2025 memicu kekhawatiran masyarakat dan mendorong perubahan perilaku kesehatan, termasuk meningkatnya permintaan obat cacing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak viralnya kasus tersebut terhadap peningkatan penjualan obat cacing , serta perubahan pola pembelian konsumen di wilayah Semarang Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara dengan apotek dan konsumen yang membeli obat cacing pada periode Juli–September 2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penjualan yang signifikan pada seluruh apotek, terutama menjelang akhir Agustus hingga September, yang dipengaruhi oleh rasa takut, penyebaran informasi melalui media sosial, serta minimnya pemahaman mengenai penggunaan obat cacing yang tepat. Konsumen banyak membeli obat sebagai langkah antisipasi meskipun tanpa gejala, sementara pihak apotek aktif memberikan edukasi terkait dosis dan interval konsumsi. Isu kesehatan yang menjadi perhatian publik memiliki pengaruh terhadap perilaku pembelian obat cacing, sehingga edukasi kesehatan yang tepat dapat meningkatkan literasi masyarakat mengenai kesehatan dan mencegah penggunaan obat yang tidak tepat.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##