Analisis Dinamika Psikologis Mahasiswa yang Mengalami Ketidaksesuaian Jurusan
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Fenomena ketidaksesuaian jurusan pada mahasiswa menjadi isu penting dalam pendidikan tinggi karena berdampak pada kondisi psikologis, motivasi belajar, dan keberlanjutan studi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika psikologis mahasiswa yang mengalami salah jurusan, meliputi stres akademik, penurunan self-efficacy, tekanan sosial, serta strategi coping yang digunakan untuk bertahan dalam proses perkuliahan. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner dan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian jurusan memunculkan berbagai dampak psikologis seperti kecemasan, academic burnout, penurunan rasa percaya diri, dan keraguan terhadap kemampuan diri. Selain itu, media sosial turut berperan dalam membentuk ekspektasi semu mengenai jurusan dan prospek karier sehingga memperbesar risiko salah jurusan. Penelitian ini juga menemukan bahwa strategi coping berupa cognitive reappraisal terbukti lebih efektif dalam membantu mahasiswa membangun resiliensi akademik dibandingkan expressive suppression. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling yang lebih responsif guna mendukung kesehatan mental dan keberlangsungan studi mahasiswa.