Analisis Fenomena Brainrot serta Tanggung Jawab Kebijakan platform Tiktok terhadap Penurunan Kemampuan Interaksi Sosial pada Anak Sekolah Dasar

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Sabrina Aghnina Rafraf
Ibnu Haidar Maulana
Nazli Ramadhani Azhar
Vanitha Az Zahra
Shavira Armoeseka
Bernadeth Olive Roharta Sirait
Farid Anwar Hibrizi
Keisya Ghannia Danishara
Gustira Ndaru Maharani
Tiara Adi Pratiwi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena brainrot akibat penggunaan TikTok dan dampaknya terhadap kemampuan interaksi sosial anak sekolah dasar, serta mengkaji tanggung jawab kebijakan platform. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi konten video pendek yang berlebihan dan bersifat repetitif memicu penurunan fungsi kognitif, melemahnya konsentrasi, serta ketergantungan pada perangkat digital. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kualitas interaksi sosial anak, seperti berkurangnya kemampuan komunikasi, empati, dan interaksi langsung dengan lingkungan sekitar. Selain itu, algoritma TikTok yang mendorong keterlibatan tinggi turut memperkuat pola konsumsi yang adiktif. Meskipun TikTok telah menyediakan berbagai fitur perlindungan seperti batas usia, Family Pairing, dan Restricted Mode, implementasinya masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara platform, pemerintah, sekolah, dan orang tua dalam memperkuat regulasi, literasi digital, serta pengawasan penggunaan media sosial guna mendukung perkembangan sosial anak secara optimal.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##