Peran Faktor Risiko Keluarga Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita: Tinjauan 10 Tahun Terakhir

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Marchella Mingkasari
Mely Rosalinda
Mita Rasyida
Rimadhyna Widya Khairunissa
Salwa Roihana

Abstract

Stunting di Indonesia ialah permasalahan kesehatan masyarakat kompleks yang dipengaruhi oleh interaksi antara determinan struktural dan perilaku di tingkat rumah tangga. Analisis menunjukkan bahwa kapasitas ekonomi dan manajemen prioritas pengeluaran keluarga sangat menentukan akses terhadap protein hewani, namun faktor ini harus didukung oleh tingkat pendidikan serta literasi kesehatan ibu yang memadai. Selain itu, pola asuh psikososial yang responsif, keterlibatan aktif ayah sejak masa prenatal, dan dukungan ekosistem keluarga besar terbukti menjadi faktor protektif yang signifikan dalam menjamin kualitas pertumbuhan anak pada periode emasnya. Di sisi lain, kondisi lingkungan fisik yang buruk serta keterbatasan akses air bersih memicu malnutrisi sekunder akibat penyakit infeksi berulang yang menghambat penyerapan nutrisi secara biologis. Dengan demikian, penanggulangan stunting memerlukan strategi integratif yang tidak hanya berfokus pada intervensi gizi, tetapi juga penguatan ketahanan ekonomi, perubahan perilaku pengasuhan, dan perbaikan infrastruktur sanitasi dasar secara berkelanjutan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##