Antara Karier dan Pernikahan: Cara Generasi Z Memaknai Fleksibilitas Kerja

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Alya Nur Syahda
Anindya Ceisya Pradipta
Azahra Danys Iskandar
Jihan Chaliza
Khanza Azzahra
Nalintang Gloria Wibowo
Syaninditha Anandya Kinanti

Abstract

Generasi Z tumbuh di era digital yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja yang semakin fleksibel. Kondisi ini memengaruhi cara pandang mereka terhadap karier, pernikahan, dan keseimbangan kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Generasi Z memaknai fleksibilitas kerja, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan antara karier dan pernikahan, serta memahami strategi yang digunakan untuk menyeimbangkan keduanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring menggunakan Google Form kepada responden Generasi Z berusia 18–28 tahun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja merupakan faktor penting yang dipertimbangkan Generasi Z dalam merencanakan masa depan. Stabilitas finansial, pencapaian karier, kesiapan mental dan emosional, serta fleksibilitas kerja menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan menikah. Sebagian besar responden memprioritaskan karier terlebih dahulu sebagai bentuk persiapan untuk membangun kehidupan rumah tangga yang lebih stabil. Generasi Z juga menerapkan berbagai strategi, seperti membangun fondasi finansial, memanfaatkan fleksibilitas kerja, menjaga komunikasi dengan pasangan, dan memilih lingkungan kerja yang mendukung work-life balance. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pola pikir Generasi Z serta menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan kerja yang lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi muda.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##