Representasi Tekanan Sosial dan Tanggung Jawab Keluarga dalam Film “Dua Garis Biru”: Analisis Perspektif Stuart Hall
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi tekanan sosial dan tanggung jawab keluarga dalam film Dua Garis Biru dalam konteks kehamilan remaja. Dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall, penelitian ini mengkaji bagaimana makna dikonstruksi melalui elemen simbolik dalam film serta bagaimana konstruksi tersebut membentuk pemahaman sosial mengenai peran keluarga dalam situasi tekanan moral dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruksionis. Data diperoleh melalui observasi tekstual dengan menonton film secara berulang untuk mengidentifikasi adegan, dialog, serta simbol visual yang relevan. Analisis difokuskan pada tiga kategori pengkodean, yaitu tekanan sosial (TS), tanggung jawab keluarga (TK), dan representasi simbolik (S), yang kemudian ditafsirkan menggunakan analisis berbasis teori representasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan sosial dikonstruksi melalui stigma, norma moral, dan konflik keluarga yang berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial. Tanggung jawab keluarga direpresentasikan dalam dimensi preventif, kuratif, dan emosional sebagai bentuk respons terhadap krisis sosial. Makna tersebut diperkuat melalui simbol kemarahan orang tua, tangisan tokoh Dara, dan pernikahan yang merepresentasikan beban emosional, tuntutan sosial, serta resolusi institusional. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkaya kajian representasi media terkait wacana keluarga dalam sinema Indonesia. Secara praktis, penelitian ini memberikan pemahaman kritis mengenai bagaimana film membentuk persepsi publik terhadap kehamilan remaja, tanggung jawab keluarga, dan negosiasi moral dalam tekanan sosial masyarakat.