Pengelolaan Obat Rumah Tangga Berdasarkan Prinsip DAGUSIBU dan Dampaknya terhadap Kesehatan Masyarakat
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Pengelolaan obat di tingkat rumah tangga masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena rendahnya pemahaman terkait cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar. Praktik pengelolaan obat yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko penggunaan obat tidak rasional, resistensi antibiotik, keracunan, serta pencemaran lingkungan akibat limbah farmasi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan obat rumah tangga serta mengevaluasi efektivitas edukasi berbasis DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Penelitian dilakukan menggunakan metode kajian pustaka (literature review) dengan pendekatan naratif melalui pengumpulan data sekunder dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Literatur diseleksi berdasarkan relevansi topik, validitas ilmiah, dan keterkaitannya dengan implementasi DAGUSIBU dalam masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait penggunaan obat yang rasional, penyimpanan obat yang aman, serta pembuangan obat yang benar. Berbagai penelitian menunjukkan peningkatan signifikan nilai pretest dan posttest setelah dilakukan edukasi melalui metode ceramah, diskusi interaktif, media leaflet, maupun media digital. Program DAGUSIBU juga berkontribusi dalam mencegah resistensi antibiotik, medication error, dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan strategi edukasi kesehatan masyarakat terkait pengelolaan obat rumah tangga secara aman dan rasional.