Paradoks English Native Speakerism: Tekanan Psikososial dan Implikasinya terhadap Kepercayaan Diri Mahasiswa UNNES
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi paradoks penutur jati (native speakerism) yang berkembang di lingkungan akademis dan pengaruhnya terhadap kondisi psikologi mahasiswa. Fenomena ini sering kali menempatkan penutur jati sebagai standar mutlak, yang pada kesempatan tertentu menciptakan tekanan psikososial yang signifikan bagi mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Perolehan data input dan proses menggunakan angket yang berfokus pada eksplorasi pengalaman hidup subjektif individu guna mengungkap esensi terdalam dari fenomena yang dialami. Melalui pendekatan kualitatif-fenomenologis, artikel ilmiah ini membahas bagaimana ekspektasi dan tuntutan untuk mencapai standar linguistik tertentu justru memicu beban mental dan degradasi kepercayaan diri. Hasil analisis menunjukkan bahwa tekanan untuk mereplikasi identitas linguistik penutur jati tidak hanya menghambat kelancaran komunikasi, mempertanyakan kemampuan diri dalam berbahasa asing, serta konflik internal berkenaan atas jati diri, tetapi juga menimbulkan beban mental yang menghalangi aktualisasi diri mahasiswa dalam forum internasional. Artikel ini menyediakan ruang naratif bagi mahasiswa yang mengalami kecemasan komunikatif untuk memvalidasi keresahan psikologis mereka, bahwa rasa rendah diri dalam berbahasa Inggris sering kali dipicu oleh tekanan sistemik eksternal. Penyadaran bahwa kekhawatiran tersebut merupakan hasil dari sistem ideologi linguistik yang bias, bukan refleksi dari ketidakmampuan individu, diharapkan dapat membantu mengurangi atau melepas beban psikologis serta membangun kembali kepercayaan diri dan identitas linguistik mahasiswa.