Hubungan Tingkat Stres Akademik dengan Perilaku Swamedikasi Analgesik pada Mahasiswa Program Studi Farmasi Angkatan 2024 Universitas Negeri Semarang
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Stres akademik merupakan fenomena yang umum dialami oleh mahasiswa dan seringkali berkaitan dengan munculnya keluhan fisik seperti sakit kepala dan nyeri otot. Sebagai salah satu mekanisme coping, banyak mahasiswa melakukan swamedikasi, khususnya menggunakan obat analgesik tanpa pengawasan tenaga medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres akademik dengan perilaku swamedikasi analgesik pada mahasiswa aktif Program Studi Farmasi angkatan 2024 Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional melalui penyebaran kuesioner sebagai instrumen utama pengumpulan data. Responden penelitian adalah mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mayoritas responden mengalami tingkat stres akademik kategori sedang hingga berat dan melakukan swamedikasi analgesik, terutama menggunakan parasetamol. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres akademik dengan perilaku swamedikasi analgesik (p=0,041), sedangkan uji Spearman menunjukkan korelasi positif lemah (r=0,327). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan stres akademik diikuti oleh meningkatnya kecenderungan swamedikasi analgesik pada mahasiswa.