Tren Swamedikasi di Kalangan Mahasiswa: Pergeseran Konsumsi Obat Kuratif Menuju Suplemen Imunomodulator

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Tita Amalya Nadhifah
Allya Luthfi Artikasari
Arzeti Shabila Tri Hapsari
Azqi Annisa Ayu
Pratjna Laudya Putri

Abstract

Praktik swamedikasi telah menjadi bagian penting dari perilaku kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa yang memiliki akses besar terhadap informasi digital. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan setelah pandemi COVID-19, terdapat tanda-tanda pergeseran dari penggunaan obat-obatan kuratif yang bersifat reaktif menuju produk-produk pencegahan seperti suplemen peningkat sistem imun. Penelitian ini muncul sebagai respon terhadap fenomena pergeseran perilaku kesehatan di era digital, di mana informasi kesehatan sudah mudah diakses melalui perangkat genggam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tren swamedikasi di kalangan mahasiswa di Jawa Tengah, terutama mengenai pergeseran dari penggunaan obat-obatan kuratif ke suplemen imunomodulator sebagai langkah pencegahan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada mahasiswa di daerah Jawa Tengah. Data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis untuk memahami preferensi responden dalam memilih antara konsultasi dokter, obat bebas (OTC) kuratif, atau suplemen imunomodulator. Hasil riset mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa cenderung memilih penggunaan obat sendiri ketimbang berkonsultasi dengan dokter, dengan alasan praktis dan biaya yang lebih rendah. Ditemukan pergeseran signifikan dari penggunaan obat yang bersifat kuratif ke arah penggunaan imunomodulator mandiri sebagai langkah pencegahan. Walaupun akses terhadap informasi digital sangat baik, sikap rasional dalam pemanfaatan tetap menjadi perhatian karena adanya keraguan dari responden mengenai akurasi informasi medis yang tersedia secara online.  Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dalam literatur perilaku kefarmasian, sementara dari segi praktis, hasilnya dapat dijadikan dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan strategi edukasi swamedikasi yang bijaksana, aman, dan rasional untuk kalangan akademis.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##