Pengaruh Kondisi Keluarga Broken Home terhadap Tingkat Kecemasan, Kepercayaan Diri, dan Stabilitas Emosi Remaja Usia 15–18 Tahun
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah latar belakang keluarga broken home mempengaruhi tingkat kecemasan, kepercayaan diri, dan stabilitas emosi pada remaja usia 15-18 tahun. Menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei melalui pengisian kuesioner online, Google Form. Berjumlah 31 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan kondisi keluarga broken home cukup berpengaruh terhadap kondisi psikologis remaja. Remaja broken home lebih sering mengalami rasa cemas, overthinking, merasa khawatir berlebihan, dan sulit merasa tenang menurut pernyataan sebagian besar responden. Pada aspek kepercayaan diri, ada beberapa remaja yang cenderung merasa kurang percaya diri, minder, dan takut menyampaikan pendapat. Selain itu pada aspek emosi, remaja juga lebih mudah tersinggung, mudah marah, dan sulit mengontrol perasaan ketika sedang ada masalah tertentu. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya keterkaitan antara kondisi keluarga broken home dengan tingkat kepercayaan, stabilitas emosi, dan kecemasan. Dukungan dari teman dan lingkungan sosial dapat membantu remaja dalam menghadapi tekanan emosional akibat kondisi keluarga, menurut data penelitian. Dapat disimpulkan, kondisi keluarga broken home berpengaruh terhadap rasa kurang percaya diri, tingkat kecemasan, dan kurangnya stabilitas emosi pada remaja usia 15-18 tahun.