Journal of Family Life Education
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle
<p>Journal of Family Life Education terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Mei dan November. Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Indonesia bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Luar Sekolah, Universitas Negeri Semarang. Menerbitkan hasil penelitian yang berfokus bidang pendidikan keluarga, mencakup topik: Kehidupan Berkeluarga, Parenting, dan Anak Usia Dini.</p>Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Indonesiaen-USJournal of Family Life Education2797-9385Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Tumbuh Kembang Mahasiswa Baru di Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi Angkatan 2025 UNNES
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1561
<p>Penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan tingkat penyesuaian diri dan kesejahteraan psikologis mahasiswa baru. Mahasiswa dengan skor KE yang lebih tinggi cenderung menunjukkan resiliensi yang lebih baik dalam menghadapi stres akademik, lebih efektif dalam membangun hubungan interpersonal, dan memiliki kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang memiliki skor KE rendah. pentingnya peran kecerdasan emosional sebagai prediktor kunci keberhasilan adaptasi dan tumbuh kembang mahasiswa agar seimbang dan tidak terjadi ketimpangan. Penelitian ini mengkaji hubungan kerjasama dengan tumbuh kembang mahasiswa baru di fakultas ilmu pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Semarang. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan kuesioner terhadap 51 mahasiswa di mana menunjukkan hasil bahwa tantangan awal perkuliahan mendorong penguatan kapasitas emosional yang dinyatakan oleh 40,9% responden bahwa mereka mampu mengelola emosi dan merasa lebih kuat secara mental. Dengan hasil ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berkontribusi terhadap adaptasi sosial, pemahaman diri, dan kemampuan mahasiswa terhadap problem solving. Dengan demikian, penguatan kecerdasan emosional perlu diintegrasikan secara menyeluruh dalam program pembinaan mahasiswa untuk kepentingan tumbuh kembang mereka secara holistik pada fase awal menjadi mahasiswa.</p>Bening Jalasri Lintang RamadhaniAzimatun Ni’mahAndi Dwi SaputraEga Dian MahardikaNi’mah FauziahApriliaZahra Dwi AndiniAnnelia Moza NurahmasariAmelisa Fitriani
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-2561110Fasilitas, Teknologi, dan Peran Masyarakat dalam Mewujudkan Lingkungan Inklusif bagi Penyandang Tunanetra di Semarang
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1564
<p>Penyandang tunanetra adalah seseorang yang mengalami kondisi gangguan penglihatan, mulai dari kesulitan melihat dalam kondisi tertentu hingga kebutaan total. Para penyandang tunanetra membutuhkan fasilitas dan teknologi yang memadai untuk membantu kegiatan mereka sehari-hari. Namun, pada kenyataannya penyandang tunanetra masih banyak mengalami diskriminasi. Maka dari itu peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan lingkungan inklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis kondisi fasililtas umum dan infrastruktur publik di Kota Semarang yang berkaitan dengan aksebilitas bagi penyandang tunanetra, baik dari segi ketersediaan, keterjangkauan, maupun kelayakan penggunaanya seperti termasuk jalur pemandu (<em>guiding blocks</em>), fasilitas transportasi, aplikasi navigasi berbasis suara dan layanan publik. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sampel pada penelitian ini adalah komunitas penyandang tunanetra di Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah perwujudan lingkungan inklusif di Semarang membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak. Meskipun sudah tersedia beberapa fasilitas bagi penyandang tunanetra, masih diperlukan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut. Partisipasi aktif masyarakat, dukungan pemerintah, dan sektor swasta menjadi faktor kunci untuk menciptakan lingkungan yang setara, ramah, dan adil bagi semua. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada masyarakat pentingnya menghargai serta mewujudkan lingkungan inklusif serta dapat menyadari dan memahami bahwa semua manusia setara, penelitian ini juga dapat membantu lembaga sosial untuk merancang fasilitas dan teknologi untuk penyandang tunanetra, penelitian ini juga menambah wawasan dan pengalaman penulis.</p>Amelia Puji AstutiKatrin Particia TelunaDwi Ulva AgustinaIsma Aulia RohmahMutia Azizah AdeliaRizka RamadhaniNur Maulida Alfu HikmahArih Hanan KaruniaMuhammad Fajrul FalahAurellya Rachma Putri
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-25611126Peran Dukungan Sosial dalam Menurunkan Stres Akademik Mahasiswa Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1565
<p>Mahasiswa Jurusan Gizi menghadapi tekanan akademik yang intensif akibat tuntutan penguasaan teori, praktikum, dan evaluasi akademik yang ketat. Dukungan sosial dipercaya dapat membantu mengelola stres akademik, namun penelitian pada mahasiswa gizi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan sosial dalam menurunkan stres akademik mahasiswa Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan 46 responden mahasiswa aktif yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert dan dianalisis dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap stres akademik (F = 70,163; p < 0,05; t = -8,376; p < 0,05) dengan koefisien determinasi R² = 0,613, yang berarti 61,3% variasi stres akademik dijelaskan oleh dukungan sosial. Persamaan regresi Y = 64,957 - 0,669X menunjukkan hubungan negatif: semakin tinggi dukungan sosial, semakin rendah stres akademik. Dukungan sosial berperan sangat penting sebagai faktor protektif yang signifikan dalam menurunkan stres akademik mahasiswa gizi.</p>Alifiya Nilam AristiShadza Nabila SaripahShofani Inovan Tata PertiwiKirana Evfarica PutriWidya RussianaNaedira KholisaFarah Najmi Anida
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-25612733Analisis Dampak Kebiasaan Sarapan terhadap Pola Aktivitas dan Konsentrasi Belajar Remaja Rentang Usia 10-18 Tahun
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1566
<p>Kebiasaan sarapan sering diabaikan oleh kelompok remaja (usia 10-18 tahun), padahal sarapan merupakan sumber energi penting yang berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi harian dan menjaga kadar glukosa darah untuk menunjang aktivitas dan konsentrasi belajar. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018) menunjukkan bahwa sekitar 47,7% anak usia sekolah di Indonesia tidak terbiasa sarapan setiap hari. Melewatkan sarapan dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, daya tangkap otak berkurang, dan kelelahan, yang berdampak negatif pada performa belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak komprehensif kebiasaan sarapan terhadap pola aktivitas dan konsentrasi belajar pada remaja usia 10-18 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 50 remaja berusia 10-18 tahun dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mencakup frekuensi sarapan, jenis makanan, pola aktivitas, dan tingkat konsentrasi belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% responden sarapan setiap hari, dengan alasan utama tidak sarapan adalah terburu-buru ke sekolah (52,3%). Kebiasaan sarapan terbukti berpengaruh signifikan. Remaja yang sarapan cenderung lebih aktif dan mayoritas (60%) selalu memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas. Sebanyak 90% responden menyatakan sarapan sangat penting/penting dalam meningkatkan konsentrasi belajar, sementara yang tidak sarapan mengaku sulit fokus, mengantuk, dan mudah lelah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebiasaan sarapan memiliki pengaruh kuat terhadap pola aktivitas dan konsentrasi belajar remaja. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi landasan untuk merancang program intervensi gizi dan edukasi di sekolah dan keluarga guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya sarapan sehat sejak dini.</p>Nadhif Latifa HayyunAisyah Nur FadhilahNur Fadhilah GunawanMaulidiya SaputriAdwitya Endraswari Gita RTyas Dwi KhosiatunNadliya Ichsani Fathiazzahra
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-25613448Pengalaman Mahasiswa Generasi Z Universitas Negeri Semarang dalam Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Tantangan Akademik: Studi Fenomenologi
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1567
<p>Penelitian ini mengkaji bagaimana mahasiswa Generasi Z dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjaga kesehatan mental mereka di tengah tingginya tekanan akademik saat menjalani pendidikan tinggi. Dengan mengadopsi pendekatan kualitatif fenomenologi, studi ini bertujuan untuk memahami pengalaman pribadi mahasiswa dan metode coping yang mereka terapkan dalam menghadapi stres yang diakibatkan oleh tumpukan tugas, <em>deadline</em> yang bersamaan, serta ketidakpastian informasi akademik. Data diperoleh melalui kuesioner online yang diisi oleh 57 mahasiswa aktif yang berusia antara 18 hingga 24 tahun dari berbagai fakultas di UNNES. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang menyebabkan stres akademik meliputi banyaknya tugas, pengumuman akademik yang tidak stabil, <em>deadline</em> yang berdekatan, serta kekhawatiran tentang masa depan dan peluang karier. Namun, mahasiswa berhasil menerapkan berbagai metode coping seperti relaksasi, manajemen waktu, berolahraga, mencari dukungan sosial, serta memanfaatkan media sosial sebagai bentuk pengalihan. Metode-metode ini mencerminkan kombinasi antara usaha aktif dan pasif dalam menjaga kesehatan psikologis. Relaksasi dan penggunaan media sosial menjadi pilihan yang paling sering karena keduanya mudah dilakukan dan memberi kenyamanan emosional dengan cepat. Penelitian ini menekankan pentingnya ketersediaan layanan kesehatan mental yang mudah diakses, peningkatan komunikasi akademik, serta menciptakan lingkungan kampus yang lebih mendukung. Kesadaran lembaga terhadap masalah kesehatan mental harus diperkuat agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan lebih baik. Secara keseluruhan, studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan program kesejahteraan mahasiswa dan menawarkan wawasan penting dalam merancang intervensi untuk mendukung ketahanan mental Generasi Z di dunia pendidikan tinggi.</p>Tania Fauziyah SalsabilaFairuz Hanaa FadhilaNajwa Arivia PuteriJanice FornindaRizka Nur FadillahSalsa AugtinnisaHani Aulia
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-25614958Efektivitas Wisata Alam sebagai Strategi Coping Stress pada Mahasiswa Baru: Studi Kasus Pengunjung Curug Lawe
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1569
<p>Stres merupakan salah satu determinan utama yang mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa, terutama mahasiswa baru yang menghadapi tuntutan adaptasi akademik, sosial, dan lingkungan. Lingkungan alam diketahui memiliki efek restoratif terhadap fungsi kognitif dan kondisi emosional, sebagaimana dijelaskan dalam Attention Restoration Theory serta berbagai temuan neuropsikologis terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk memahami efektivitas wisata alam Curug Lawe sebagai strategi <em>emotion-focused coping</em> bagi mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan tiga partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis untuk menggali makna subjektif serta pengalaman emosional partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas wisata alam di Curug Lawe berkontribusi positif alam menurunkan ketegangan emosional, meningkatkan relaksasi, serta memulihkan kejernihan mental. Suasana alam yang tenang, adanya aktivitas fisik ringan, serta kesempatan untuk mengambil jarak dari rutinitas terbukti mendukung proses coping terhadap stres akademik dan personal. Penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan strategi manajemen stres mahasiswa, serta menjadi dasar empiris bagi pengelola wisata dan masyarakat sekitar untuk memperkuat posisi Curug Lawe sebagai destinasi pemulihan psikologis.</p>Rayhan Fakhri KurniawanJihan Azhar DzkiyyahMuhammad Hifdhi El-HaqFani Restu UtamiFisy Falentina BRevalyna Salma AzzahraPutri Syifa RenatasyaItna Iyyana Miskiyah Zain
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-25615968Analisis Perbedaan Tingkat Kepedulian terhadap Kesehatan Mental di Kalangan Mahasiswa dari Berbagai Fakultas Universitas Negeri Semarang
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1571
<p>Kesehatan mental merupakan aspek penting yang berperan dalam menunjang kesejahteraan mahasiswa, terutama saat menghadapi tuntutan akademik, proses adaptasi lingkungan baru, serta dinamika sosial selama perkuliahan. Faktor seperti jarak dengan keluarga, tekanan pergaulan, dan perbedaan budaya belajar antar fakultas dapat mempengaruhi tingkat kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kepedulian tersebut pada mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Negeri Semarang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan partisipan sebanyak 10–15 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria relevan, yaitu mahasiswa aktif dari fakultas berbeda dan memiliki pengalaman terkait kesehatan mental. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan Google Formulir, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menelaah jawaban responden untuk mengidentifikasi pola pengetahuan, sikap, serta pengalaman mahasiswa terhadap kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kepedulian antar fakultas yang dipengaruhi oleh tingkat tekanan akademik, ketersediaan dukungan sosial, serta pemahaman mahasiswa mengenai isu kesehatan mental. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak universitas dalam merancang program promosi kesehatan mental yang lebih tepat sasaran, sehingga mampu meningkatkan kesadaran serta membangun lingkungan kampus yang mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.</p>Rossita Alexandra HandayaniMarsa Regina PutriNayla Mufidah BalqisRafikah Sendang PamulangsihGrace Victoria SesfaotSafina Amilia FirdausTsaniyah Sailalmuna
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-25616973Representasi Diri melalui Efek Velocity TikTok pada Generasi Z Usia 17-20 Tahun di Lingkungan Kampus Semarang
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1572
<p>Meningkatnya penggunaan TikTok di kalangan Generasi Z telah menghadirkan ruang baru untuk berekspresi dan membangun identitas diri di dunia digital. Salah satu fitur yang banyak digunakan adalah efek velocity, yaitu teknik pengeditan yang memperlambat sebagian video untuk menampilkan kesan estetik dan dramatis. Fenomena ini menunjukkan bagaimana generasi muda memanfaatkan media sosial tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana representasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa berusia 17–20 tahun di lingkungan kampus Semarang menggunakan efek velocity sebagai bentuk representasi diri di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dan kuesioner daring menggunakan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan efek velocity untuk mengekspresikan kreativitas, membangun citra diri, dan meningkatkan kepercayaan diri. Mahasiswa Semarang memandang velocity sebagai sarana hiburan sekaligus ruang untuk menunjukkan kepribadian dan gaya mereka di media sosial. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman tentang bagaimana media sosial berperan dalam pembentukan identitas digital generasi muda serta mendorong penggunaan media sosial yang lebih kreatif, positif, dan bertanggung jawab.</p>Litania Feby InsavillaNabila NurhalizaFalisha MaritzaZaskia Aisya Dara LuphdikaReyfa Andina TsaqifaNadya Riski PangestiLubna Elny Lestari
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-25617485Pemilihan Media Big Book untuk Meningkatkan Perkembangan Moral Anak Usia Dini melalui Mendongeng di TK Harapan Bangsa II
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1573
<p>Fase umur usia dini merupakan golden age yang fundamental dalam pembentukan karakter dan nilai- nilai moral pada anak. Pada fase ini, selain anak mengembangkan kemampuan motorik dan kognitifnya, kanak-kanak juga mengembangkan moral yang kuat sebagai pondasi pembentukan kepribadian yang berintegritas pada masa dewasa. Namun dalam peraktiknya, seringkali menjadi kendala dan peneliti menjadikan pemilihan media <em>Big Book</em> sebagai salah satu metode penyelesaian di TK Harapan Bangsa II. Media pembelajaran berbentuk buku besar berisi huruf, angka, dan gambar yang berwarna dan dengan gambaran yang menarik, sehingga meningkatkan daya tarik minat anak-anak yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada. Implementasinya melalui cara mendongeng yang dilakukan oleh pendidik menggunakan media <em>Big Book</em> secara interaktif dan tervisualkan, serta anak-anak mendengarkan serta memperhatikannya, sehingga anak-anak dapat belajar nilai-nilai moral dengan baik.</p>Syifa Alifta DianaSiti Nadia Putri NurvitaShavina Annisa PutriShiela Evarani Salwa PutriArya SaputraKatarina Maurice TerlyawanMirzahadi Yahya NursaidNabil Dwi Asanti
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-256186104Peningkatan Penjualan Obat Cacing Dampak dari Kasus Meninggalnya Balita Asal Sukabumi di Kecamatan Semarang Barat
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1574
<p>Kasus viral meninggalnya seorang balita akibat kecacingan di Sukabumi pada tahun 2025 memicu kekhawatiran masyarakat dan mendorong perubahan perilaku kesehatan, termasuk meningkatnya permintaan obat cacing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak viralnya kasus tersebut terhadap peningkatan penjualan obat cacing , serta perubahan pola pembelian konsumen di wilayah Semarang Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara dengan apotek dan konsumen yang membeli obat cacing pada periode Juli–September 2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penjualan yang signifikan pada seluruh apotek, terutama menjelang akhir Agustus hingga September, yang dipengaruhi oleh rasa takut, penyebaran informasi melalui media sosial, serta minimnya pemahaman mengenai penggunaan obat cacing yang tepat. Konsumen banyak membeli obat sebagai langkah antisipasi meskipun tanpa gejala, sementara pihak apotek aktif memberikan edukasi terkait dosis dan interval konsumsi. Isu kesehatan yang menjadi perhatian publik memiliki pengaruh terhadap perilaku pembelian obat cacing, sehingga edukasi kesehatan yang tepat dapat meningkatkan literasi masyarakat mengenai kesehatan dan mencegah penggunaan obat yang tidak tepat.</p>Ahmad Putra FachrizaApriliani AninditaFarah Gammathirsty ElsyarifFathiyyah Laila RamadhaniKeandrina Maharani Kayla HandoyoKeisya Amanda Ramadhani
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-2561105112Evaluasi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini dalam Pembelajaran di KB-TK Tunas Cendekia
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1576
<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami kaitan antara aktivitas bercerita dan keterampilan bahasa anak pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Aktivitas bercerita adalah salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam merangsang perkembangan bahasa anak, mencakup kosakata, struktur kalimat, serta pemahaman makna cerita. Melalui aktivitas ini, anak mendapatkan pengalaman berbahasa yang menyenangkan, yang dapat memicu perkembangan reseptif (mendengarkan dan memahami) serta ekspresif (berbicara dan mengekspresikan ide). Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan teknik observasi dan penilaian kemampuan bahasa anak menggunakan lembar evaluasi yang dirancang berdasar indikator perkembangan bahasa sesuai Kurikulum Merdeka PAUD. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara frekuensi aktivitas bercerita dan peningkatan keterampilan bahasa anak. Anak-anak yang lebih sering terlibat dalam aktivitas bercerita menunjukkan kelancaran berbicara yang lebih baik, penggunaan kosakata yang lebih luas, serta pemahaman cerita yang lebih mendalam. Oleh karena itu, aktivitas bercerita dapat dijadikan salah satu strategi krusial dalam menilai dan mengembangkan kemampuan bahasa anak di PAUD.</p>Shabrina Ramadhani BachtiarInesya Novia RahmaMeylani Abellia CantikaNela Lailatin NafiahAlfiani Nova AnandaHanifah SalsabilaRevy Nurjihan Nabilah
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-2561113122Hubungan Antara Durasi Tidur dan Pola Makan dengan Obesitas Remaja di SMAN 1 Semarang
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1577
<p>Artikel ini menganalisis hubungan antara durasi tidur dan pola makan dengan obesitas pada 61 siswa kelas sepuluh SMAN 1 Semarang menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode <em>survei (convenience sampling).</em> Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus obesitas remaja yang terkait dengan gaya hidup modern. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai durasi tidur, frekuensi makan, kebiasaan sarapan, konsumsi makanan cepat saji, serta data antropometri untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil menunjukkan bahwa 25 siswa (41%) mengalami obesitas. Mayoritas responden obesitas memiliki durasi tidur kurang dari delapan jam per hari (72%), makan kurang dari tiga kali sehari (64%), mengonsumsi makanan cepat saji 3–4 kali per minggu (68%), dan tidak rutin sarapan (64%); selain itu, 48% mengaku makan saat stres. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi antara tidur yang tidak cukup dan pola makan tidak seimbang berkontribusi signifikan terhadap risiko obesitas, di mana interaksi keduanya memperkuat kemungkinan kelebihan berat badan. Penelitian ini menyimpulkan perlunya intervensi edukatif di sekolah, yang mencakup edukasi tidur cukup, pola makan sehat, dan manajemen stres. Upaya intervensi tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan kesehatan dasar pada guru mengenai pola hidup sehat, serta program monitoring yang melibatkan tenaga kesehatan untuk memantau perkembangan status gizi dan pola hidup siswa secara berkala. Kebijakan sekolah dalam penyediaan kantin sehat serta penjadwalan kegiatan ekstrakurikuler dapat meningkatkan aktivitas fisik siswa. Selain itu, peran orang tua dan lingkungan keluarga juga penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat. Dengan pendekatan kolaboratif antara sekolah dan keluarga diharapkan dapat menekan angka obesitas dan meningkatkan kualitas hidup remaja di masa yang akan datang.</p>Kirana DewiDella Hairunisa MulalatEki Saskia RamadhaniFatika Nur SyarifahMuhammad Abdul MufidTegar Raditya Kurniawan
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-2561123134Analisis Faktor Perkembangan Kognitif dan Emosional pada Anak Usia Dini di TK Negeri Pembina Mranggen
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1578
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perkembangan kognitif dan emosional anak usia dini di TK Negeri Pembina Mranggen. Faktor internal meliputi bakat dan minat anak, sementara faktor eksternal mencakup pola asuh orang tua, interaksi sosial, dan metode pembelajaran di sekolah. Metode kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor dominan yang berperan dalam perkembangan anak serta memberikan gambaran komprehensif mengenai interaksi antara kondisi internal anak dan lingkungan pendukungnya. Penelitian ini menjadi dasar bagi sekolah dalam menyusun kurikulum dan program yang lebih efektif, serta memberikan panduan bagi guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis sekaligus memperkaya kajian akademis pada bidang Pendidikan Anak Usia Dini dengan harapan dapat mendukung optimalisasi potensi anak serta kesejahteraan mereka secara menyeluruh.</p>Fitri Ainul FaizahDwi Widi Kusuma WardaniHarsenda Ega AnggaraniNisrina Rahma HabibahFibrila Agna Resti PrastitaNazahra Anindita PramestiArinda Keysha Putri YuniarGiva Rosiani PutriAura Restu AnjaniSholikhatun Jannah
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-2561135151Pembentukan Kebiasaan Hidup Sehat Melalui Penyuluhan Cuci Tangan yang Benar pada Anak Usia Dini di TK ABA 27 Semarang
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1581
<p>Mencuci tangan dengan benar merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yang perlu ditanamkan kepada anak sejak dini karena anak-anak cenderung jarang mencuci tangan serta mempunyai kebiasaan yang berpotensi membawa kuman. Pemberian penyuluhan cuci tangan dengan benar diperlukan untuk meningkatkan pemahaman anak usia dini mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang di TK ABA 27 Semarang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak usia dini mengenai cuci tangan yang baik dan benar sesuai dengan standar WHO. Penelitian menggunakan desain <em>one group pretest-posttest</em> dengan jumlah responden sebanyak 40 anak. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif berbasis audio-visual, demonstrasi langkah mencuci tangan serta praktik langsung dengan pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar anak belum memahami langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Sedangkan setelah penyuluhan diberikan, terjadi peningkatan pemahaman anak mengenai manfaat mencuci tangan, waktu yang tepat untuk melakukannya, serta kemampuan mempraktikkan langkah mencuci tangan sesuai standar WHO. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis praktik langsung efektif untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia dini</p>Izzul Achmad ShidiqMisbah NafingahKharisma Ayu LestariNur’ LatifahAtika Ratna WulansariNur InayahNatalia Pangaribuan
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-2561152162Peran Orang Tua terhadap Pemenuhan Gizi Balita: Systematic Literature Review
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1582
<p>Masa balita merupakan periode penting dalam proses perkembangan fisik dan kognitif anak, yang sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi. Namun, masalah gizi buruk seperti stunting masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, yang berkaitan erat dengan peran orang tua dalam pemenuhan gizi dan pola asuh.Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai jurnal dan artikel terbaru berkaitan tentang peran orang tua dalam pemenuhan gizi balita. Fokus analisis meliputi pengetahuan, pola asuh, dan beberapa faktor pendukung yang berpengaruh terhadap status gizi anak.Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa peran orang tua sebagai edukator, organisator, dan fasilitator sangat menentukan status gizi balita. Pola asuh demokratis yang diterapkan orang tua berhubungan signifikan dengan status gizi yang normal dan perkembangan optimal anak. Pengetahuan gizi ibu yang rendah dan pola makan yang tidak tepat meningkatkan risiko stunting dan gizi kurang. Faktor sosial,ekonomi, pendidikan orang tua, perawatan selama proses kehamilan, serta sanitasi lingkungan juga berkontribusi pada pemenuhan gizi balita Penguatan peran orang tua melalui edukasi gizi, pola asuh yang baik, dan dukungan sosial ekonomi merupakan strategi penting untuk mencegah gizi buruk dan mendukung tumbuh kembang balita secara optimal. Intervensi komprehensif yang melibatkan pemerintah dan masyarakat tentu sangat diperlukan untuk meningkatkan status kualitas gizi anak usia dini.</p>Adissya Maulidina CahyaniHanum ArianiKhoirunisa Maulida RahmaMuhammad Fadhil RosyidNadine DeviantiNesya Nur MayantiSekar Ayu Larasati
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-2561163172Pemahaman Remaja Putri pada Usia 12-16 Tahun Terkait Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1583
<p>Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia akibat menstruasi, kebiasaan makan yang kurang baik, serta minimnya pengetahuan mengenai gizi dan pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman remaja putri usia 12–16 tahun tentang pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Penelitian dilakukan di SMP IT Insan Cendekia Semarang melalui kegiatan edukasi kesehatan dengan desain <em>one group pretest-posttest </em>yang melibatkan 54 partisipan menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah sosialisasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan rata-rata nilai meningkat dari 72,59 pada <em>pretest </em>menjadi 85,18 pada <em>posttest</em>. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang interaktif dan komunikatif mampu meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia serta manfaat konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelaksanaan edukasi kesehatan berkelanjutan di sekolah guna meningkatkan kesadaran dan mencegah anemia pada remaja putri.</p>Tirta Shafa Susiana JulieArini Lailiya KamilaAyesha Hanifah Zakia HadiMuhammad Syafiiq FaqihNada Savaira RizqinPrajna Ilfia Ganistri Prathita
Copyright (c) 2026
2026-02-252026-02-2561173186