Journal of Family Life Education
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle
<p>Journal of Family Life Education terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Mei dan November. Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Indonesia bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Luar Sekolah, Universitas Negeri Semarang. Menerbitkan hasil penelitian yang berfokus bidang pendidikan keluarga, mencakup topik: Kehidupan Berkeluarga, Parenting, dan Anak Usia Dini.</p>Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Indonesiaen-USJournal of Family Life Education2797-9385Antara Karier dan Pernikahan: Cara Generasi Z Memaknai Fleksibilitas Kerja
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1850
<p>Generasi Z tumbuh di era digital yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja yang semakin fleksibel. Kondisi ini memengaruhi cara pandang mereka terhadap karier, pernikahan, dan keseimbangan kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Generasi Z memaknai fleksibilitas kerja, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan antara karier dan pernikahan, serta memahami strategi yang digunakan untuk menyeimbangkan keduanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring menggunakan Google Form kepada responden Generasi Z berusia 18–28 tahun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja merupakan faktor penting yang dipertimbangkan Generasi Z dalam merencanakan masa depan. Stabilitas finansial, pencapaian karier, kesiapan mental dan emosional, serta fleksibilitas kerja menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan menikah. Sebagian besar responden memprioritaskan karier terlebih dahulu sebagai bentuk persiapan untuk membangun kehidupan rumah tangga yang lebih stabil. Generasi Z juga menerapkan berbagai strategi, seperti membangun fondasi finansial, memanfaatkan fleksibilitas kerja, menjaga komunikasi dengan pasangan, dan memilih lingkungan kerja yang mendukung work-life balance. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pola pikir Generasi Z serta menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan kerja yang lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi muda.</p>Alya Nur SyahdaAnindya Ceisya PradiptaAzahra Danys IskandarJihan ChalizaKhanza AzzahraNalintang Gloria WibowoSyaninditha Anandya Kinanti
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862231241Representasi Tekanan Sosial dan Tanggung Jawab Keluarga dalam Film “Dua Garis Biru”: Analisis Perspektif Stuart Hall
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1851
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi tekanan sosial dan tanggung jawab keluarga dalam film Dua Garis Biru dalam konteks kehamilan remaja. Dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall, penelitian ini mengkaji bagaimana makna dikonstruksi melalui elemen simbolik dalam film serta bagaimana konstruksi tersebut membentuk pemahaman sosial mengenai peran keluarga dalam situasi tekanan moral dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruksionis. Data diperoleh melalui observasi tekstual dengan menonton film secara berulang untuk mengidentifikasi adegan, dialog, serta simbol visual yang relevan. Analisis difokuskan pada tiga kategori pengkodean, yaitu tekanan sosial (TS), tanggung jawab keluarga (TK), dan representasi simbolik (S), yang kemudian ditafsirkan menggunakan analisis berbasis teori representasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan sosial dikonstruksi melalui stigma, norma moral, dan konflik keluarga yang berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial. Tanggung jawab keluarga direpresentasikan dalam dimensi preventif, kuratif, dan emosional sebagai bentuk respons terhadap krisis sosial. Makna tersebut diperkuat melalui simbol kemarahan orang tua, tangisan tokoh Dara, dan pernikahan yang merepresentasikan beban emosional, tuntutan sosial, serta resolusi institusional. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkaya kajian representasi media terkait wacana keluarga dalam sinema Indonesia. Secara praktis, penelitian ini memberikan pemahaman kritis mengenai bagaimana film membentuk persepsi publik terhadap kehamilan remaja, tanggung jawab keluarga, dan negosiasi moral dalam tekanan sosial masyarakat.</p>Arti Muniah NasyaArdeliya HardianaDebora Artha MirandaOlivia Indah LestariKirana Anggi RahayuAryu NisailhaqAzifatuz Zahwah
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862242255Representasi Rasa Aman dan Kepulangan dalam Proses Healing Psikologis pada Lagu “Di Akhir Perang”
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1859
<p>Dewasa ini, isu kesehatan mental menjadi pusat perhatian, khususnya pada kalangan remaja yang rentan mengalami trauma, kesepian, kecemasan, maupun tekanan psikologis lainnya. Kondisi tersebut mendorong munculnya upaya pemulihan yang dikenal dengan istilah healing, baik melalui aktivitas maupun melalui karya seni seperti musik. Lagu sebagai media ekspresi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai refleksi dan representasi pengalaman emosional. Salah satu karya yang merepresentasikan dinamika tersebut adalah lagu Di Akhir Perang karya Nadin Amizah, yang memuat metafora konflik batin, rasa lelah, kebutuhan akan rasa aman, serta makna kepulangan dalam proses pemulihan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana lagu tersebut merepresentasika rasa aman dan kepulangan serta bagaimana keduanya dimaknai dalam konteks healing psikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif-interpretatif. Data penelitian berupa lirik lagu yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema, istilah, dan makna yang berkaitan dengan psikologi serta proses pemulihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa aman direpresentasikan melalui penerimaan diri dan kehadiran figur yang memberikan dukungan emosional, sedangkan kepulangan dimaknai sebagai proses kembali pada kondisi batin yang lebih utuh setelah melewati konflik internal yang dimetaforakan sebagai “perang”. Representasi tersebut menggambarkan perjalanan transformatif dari keterpurukan menuju pemulihan psikologis. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat secara teoretis dengan memperkaya kajian interdisipliner antara musik, sastra, dan psikologi, serta secara praktis sebagai referensi bagi pembaca dalam memahami peran karya seni sebagai media refleksi dan healing psikologis.</p>Razzan Hammam SirajuddinRaka Nazwarta Altara ArpiantoBhre Audrian SaputraMuhammad Nouvan 'Ali KautsarAfroh Alfa RohmatinMaharani PuspitasariAlya Ranti Ratu Nurjanah
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862256266Pengaruh Platform TikTok terhadap Minat Baca Remaja Usia 12-18 Tahun
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1863
<p>Beragam persoalan terkait penggunaan internet semakin meningkat seiring dengan kemudahan akses di era digital. Kemudahan ini memungkinkan remaja memperoleh informasi secara cepat, namun juga menimbulkan dampak negatif, khususnya dalam penggunaan media sosial seperti TikTok. Penggunaan TikTok yang tinggi pada remaja berpotensi mempengaruhi kebiasaan literasi mereka, di mana banyak remaja lebih memilih memperoleh informasi melalui TikTok dibandingkan membaca buku secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh platform TikTok terhadap minat baca remaja usia 12–18 tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif, melalui penyebaran kuesioner kepada 26 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok tergolong tinggi dengan durasi 3–4 jam hingga 5–6 jam per hari, serta didominasi oleh konten hiburan. Meskipun sebagian remaja memiliki minat baca, minat tersebut masih rendah dan tidak konsisten karena membaca dianggap kurang menarik. Selain itu, kreator TikTok dapat mempengaruhi minat baca secara positif melalui konten edukasi, namun juga berdampak negatif karena remaja cenderung memilih ringkasan video daripada membaca secara mendalam. Penelitian ini bermanfaat sebagai dasar dalam merumuskan strategi pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan minat baca remaja di era digital.</p>Muhammad Fazli RasyidFaiz HafizhanWildan AhmadinejadEva Uswatun KhasanahRio Fernanda Savika PutraPra Aditya Dewa AjiClean AdillaFellah Fatimah Putri HarlitaThema FadilahDinda Putri Fatmawati
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862267277Pengelolaan Obat Rumah Tangga Berdasarkan Prinsip DAGUSIBU dan Dampaknya terhadap Kesehatan Masyarakat
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1877
<p>Pengelolaan obat di tingkat rumah tangga masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena rendahnya pemahaman terkait cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar. Praktik pengelolaan obat yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko penggunaan obat tidak rasional, resistensi antibiotik, keracunan, serta pencemaran lingkungan akibat limbah farmasi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan obat rumah tangga serta mengevaluasi efektivitas edukasi berbasis DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Penelitian dilakukan menggunakan metode kajian pustaka (literature review) dengan pendekatan naratif melalui pengumpulan data sekunder dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Literatur diseleksi berdasarkan relevansi topik, validitas ilmiah, dan keterkaitannya dengan implementasi DAGUSIBU dalam masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait penggunaan obat yang rasional, penyimpanan obat yang aman, serta pembuangan obat yang benar. Berbagai penelitian menunjukkan peningkatan signifikan nilai pretest dan posttest setelah dilakukan edukasi melalui metode ceramah, diskusi interaktif, media leaflet, maupun media digital. Program DAGUSIBU juga berkontribusi dalam mencegah resistensi antibiotik, medication error, dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan strategi edukasi kesehatan masyarakat terkait pengelolaan obat rumah tangga secara aman dan rasional.</p>M.Rodiatul ImanFauzi Rizki FadhilahNadam Adi ReksaAldo Octavian Ramadhan SaputraMuhammad Firdaus Kurniawan
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862278291Pengaruh Manajemen Stres, Pola Hidup Sehat, Serta Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien DM Tipe 2 : Sytematic Literature Review
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1878
<p>Diabetes Melitus (DM) tipe 2 dikenal sebagai penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan memberikan dampak besar terhadap kualitas hidup pasien. Selain faktor fisik, pengelolaan penyakit ini juga dipengaruhi oleh aspek psikologis dan sosial, seperti kemampuan mengelola stres, penerapan pola hidup sehat, serta adanya dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen stres, pola hidup sehat, dan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien DM tipe 2. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan deskriptif analitik terhadap 25 artikel ilmiah yang diperoleh dari berbagai basis data seperti Google Scholar dan ResearchGate dalam rentang tahun 2016–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres yang tinggi berhubungan dengan buruknya kontrol gula darah dan penurunan kualitas hidup, sedangkan manajemen stres yang baik dapat memperbaiki kondisi tersebut. Pola hidup sehat, terutama pengaturan diet dan aktivitas fisik, terbukti berkontribusi dalam menjaga kestabilan kadar gula darah. Selain itu, dukungan keluarga memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan kepatuhan terapi serta kualitas hidup pasien. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dalam merancang intervensi yang lebih holistik serta meningkatkan kesadaran pasien dan keluarga dalam pengelolaan DM tipe 2.</p>Dias FirdaFania Putri Wiba MaharaniAmeliana FitriaNadine Ayu Syaima Gustaf Prins
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862292307Pendekatan Nanomedisin dalam Terapi Penyakit Kronis Diabetes Melitus: Optimalisasi Target Terapeutik dan Sistem Penghantaran Obat Metode Literatur Review
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1879
<p>Penyakit kronis masih menjadi penyebab utama kematian global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara berkembang, dimana Diabetes Melitus termasuk salah satu kontributor utama yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Terapi yang tersedia, seperti insulin dan obat antidiabetik, belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan dalam bioavailabilitas, efek samping, serta ketidaktepatan target penghantaran obat. Perkembangan Nanomedisin menawarkan pendekatan inovatif melalui sistem penghantaran obat yang lebih spesifik dan pelepasan terkontrol, sehingga berpotensi meningkatkan efektivitas terapi sekaligus menurunkan efek samping. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa nanomedisin mampu memperbaiki efikasi pengobatan pada berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode literature review untuk mengkaji peran nanomedisin dalam optimalisasi target terapeutik dan sistem penghantaran obat pada penyakit kronis, khususnya diabetes melitus.</p>Maria Tersisia MituduanJihan Elsa AmeliaRiza AmaliyahEgalita AdliyahJessica Putri SinagaAuryn Difani Marfanie
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862308322Paradoks English Native Speakerism: Tekanan Psikososial dan Implikasinya terhadap Kepercayaan Diri Mahasiswa UNNES
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1880
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi paradoks penutur jati (native speakerism) yang berkembang di lingkungan akademis dan pengaruhnya terhadap kondisi psikologi mahasiswa. Fenomena ini sering kali menempatkan penutur jati sebagai standar mutlak, yang pada kesempatan tertentu menciptakan tekanan psikososial yang signifikan bagi mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Perolehan data input dan proses menggunakan angket yang berfokus pada eksplorasi pengalaman hidup subjektif individu guna mengungkap esensi terdalam dari fenomena yang dialami. Melalui pendekatan kualitatif-fenomenologis, artikel ilmiah ini membahas bagaimana ekspektasi dan tuntutan untuk mencapai standar linguistik tertentu justru memicu beban mental dan degradasi kepercayaan diri. Hasil analisis menunjukkan bahwa tekanan untuk mereplikasi identitas linguistik penutur jati tidak hanya menghambat kelancaran komunikasi, mempertanyakan kemampuan diri dalam berbahasa asing, serta konflik internal berkenaan atas jati diri, tetapi juga menimbulkan beban mental yang menghalangi aktualisasi diri mahasiswa dalam forum internasional. Artikel ini menyediakan ruang naratif bagi mahasiswa yang mengalami kecemasan komunikatif untuk memvalidasi keresahan psikologis mereka, bahwa rasa rendah diri dalam berbahasa Inggris sering kali dipicu oleh tekanan sistemik eksternal. Penyadaran bahwa kekhawatiran tersebut merupakan hasil dari sistem ideologi linguistik yang bias, bukan refleksi dari ketidakmampuan individu, diharapkan dapat membantu mengurangi atau melepas beban psikologis serta membangun kembali kepercayaan diri dan identitas linguistik mahasiswa.</p>Maula Jannatun NaimAndin Anindia ParanandiAmalia Putri HartoyoArlysya Nur AnggrainiSevania Anindya PutriSabrina Laras Ayuningtyas
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862323338Pengaruh Intensitas Penggunaan Platform Media Sosial Terhadap Tingkat Fear Of Missing Out Pada Mahasiswa Generasi Z
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1883
<p>Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah menjadikan media sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari Generasi Z, khususnya mahasiswa. Tingginya intensitas penggunaan media sosial tidak hanya memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, memperoleh informasi, dan membangun relasi sosial, tetapi juga berpotensi memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FoMO), yaitu perasaan cemas atau takut tertinggal informasi, aktivitas, maupun tren yang sedang berkembang di lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan platform media sosial terhadap tingkat Fear of Missing Out pada mahasiswa Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada 51 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif melalui perhitungan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki intensitas penggunaan media sosial yang tinggi, dengan TikTok sebagai platform yang paling sering digunakan. Penggunaan media sosial diketahui memengaruhi tingkat FoMO pada kategori rendah hingga sedang yang berdampak pada kondisi psikologis, perilaku sosial, produktivitas, serta aktivitas akademik mahasiswa.</p>Thadzkiya Nafiza DjatiAniyatun NisaDina Setya PinantiAllisa Putri HendrawanSalma Nur ZafarinaAisyah Nursafitri IrvaniNabila Rafa Destiana
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862339352Hubungan Tingkat Stres Akademik dengan Perilaku Swamedikasi Analgesik pada Mahasiswa Program Studi Farmasi Angkatan 2024 Universitas Negeri Semarang
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1884
<p>Stres akademik merupakan fenomena yang umum dialami oleh mahasiswa dan seringkali berkaitan dengan munculnya keluhan fisik seperti sakit kepala dan nyeri otot. Sebagai salah satu mekanisme coping, banyak mahasiswa melakukan swamedikasi, khususnya menggunakan obat analgesik tanpa pengawasan tenaga medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres akademik dengan perilaku swamedikasi analgesik pada mahasiswa aktif Program Studi Farmasi angkatan 2024 Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional melalui penyebaran kuesioner sebagai instrumen utama pengumpulan data. Responden penelitian adalah mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mayoritas responden mengalami tingkat stres akademik kategori sedang hingga berat dan melakukan swamedikasi analgesik, terutama menggunakan parasetamol. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres akademik dengan perilaku swamedikasi analgesik (p=0,041), sedangkan uji Spearman menunjukkan korelasi positif lemah (r=0,327). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan stres akademik diikuti oleh meningkatnya kecenderungan swamedikasi analgesik pada mahasiswa.</p>Callista Luna Sadi Qova GunawanFatimah Zahra AlatasAzmi Hendina PutraShelfia Putri ChantikaSayna Wahyu AnantaNayla Flora Maulida
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862353366Tren Swamedikasi di Kalangan Mahasiswa: Pergeseran Konsumsi Obat Kuratif Menuju Suplemen Imunomodulator
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1885
<p>Praktik swamedikasi telah menjadi bagian penting dari perilaku kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa yang memiliki akses besar terhadap informasi digital. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan setelah pandemi COVID-19, terdapat tanda-tanda pergeseran dari penggunaan obat-obatan kuratif yang bersifat reaktif menuju produk-produk pencegahan seperti suplemen peningkat sistem imun. Penelitian ini muncul sebagai respon terhadap fenomena pergeseran perilaku kesehatan di era digital, di mana informasi kesehatan sudah mudah diakses melalui perangkat genggam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tren swamedikasi di kalangan mahasiswa di Jawa Tengah, terutama mengenai pergeseran dari penggunaan obat-obatan kuratif ke suplemen imunomodulator sebagai langkah pencegahan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada mahasiswa di daerah Jawa Tengah. Data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis untuk memahami preferensi responden dalam memilih antara konsultasi dokter, obat bebas (OTC) kuratif, atau suplemen imunomodulator. Hasil riset mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa cenderung memilih penggunaan obat sendiri ketimbang berkonsultasi dengan dokter, dengan alasan praktis dan biaya yang lebih rendah. Ditemukan pergeseran signifikan dari penggunaan obat yang bersifat kuratif ke arah penggunaan imunomodulator mandiri sebagai langkah pencegahan. Walaupun akses terhadap informasi digital sangat baik, sikap rasional dalam pemanfaatan tetap menjadi perhatian karena adanya keraguan dari responden mengenai akurasi informasi medis yang tersedia secara online. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dalam literatur perilaku kefarmasian, sementara dari segi praktis, hasilnya dapat dijadikan dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan strategi edukasi swamedikasi yang bijaksana, aman, dan rasional untuk kalangan akademis.</p>Tita Amalya NadhifahAllya Luthfi ArtikasariArzeti Shabila Tri HapsariAzqi Annisa AyuPratjna Laudya Putri
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862367378Hubungan Tingkat Kepercayaan terhadap Obat Herbal dengan Keputusan Penggunaan Obat Sintetik pada Masyarakat: Review Artikel
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1886
<p>Penggunaan obat herbal di masyarakat terus mengalami peningkatan karena dianggap lebih alami, mudah diperoleh, serta memiliki efek samping yang relatif lebih ringan dibandingkan obat sintetik. Tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap obat herbal turut memengaruhi keputusan dalam memilih jenis pengobatan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepercayaan masyarakat terhadap obat herbal dan keputusan penggunaan obat sintetik berdasarkan artikel ilmiah dalam 10 tahun terakhir. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, Sinta, dan Garuda menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap obat herbal dan penggunaan obat sintetik. Artikel yang diperoleh kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi hingga didapatkan lima artikel utama yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap obat herbal dipengaruhi oleh faktor keamanan, budaya, pengalaman penggunaan, harga, serta tingkat pengetahuan masyarakat. Meskipun sebagian masyarakat masih memilih obat sintetik karena dianggap lebih efektif dan memiliki dosis yang jelas, obat herbal tetap banyak digunakan sebagai alternatif maupun terapi pendamping. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih pengobatan sehingga penggunaan obat dapat dilakukan secara rasional, aman, dan sesuai kebutuhan.</p>Fathiya Nauratun NafiahHilda Zidna Ilman NafiaAnisa Jauzaa’ HasanahDenis Smart SetianaIsna Nur Rahmawati
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862379392Rasionalitas Penggunaan Parasetamol Sebagai Antipiretik Pada Pasien Demam Berdarah Dengue di Lingkungan Rumah Sakit: Tinjauan Literatur
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1887
<p>Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan infeksius yang diakibatkan virus dengue yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui rasionalitas pemakaian parasetamol sebagai obat antipiretik pada pasien Demam Berdarah Dengue di lingkungan rumah sakit. Metode yang digunakan adalah pendekatan tinjauan literatur (literatur review) dengan menilai efektivitas, keamanan serta ketepatan dosis penggunaan parasetamol dan perbandingan efektivitasnya dengan ibuprofen maupun analgesik-antipiretik lain. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa parasetamol efektif rekomendasi obat yang dapat diberikan pada pasien Demam Berdarah Dengue dengan ketepatan indikasi menurunkan demam dengan pemberian dosis yang sesuai pedoman klinis. Penggunaan parasetamol sebagai antipiretik pada pasien Demam Berdarah Dengue pada lingkungan rumah sakit telah memenuhi rasionalitas penggunaan obat meliputi ketepatan indikasi dan obat sehingga parasetamol menjadi pilihan utama dalam penatalaksanaan demam pada pasien Demam Berdarah Dengue.</p>Ayika Elvarreta AmantaGhaisani Zata DiniNajwa Dwi HargitaRenata Amalia AzizahRizqon Imam Prambudi
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862393406Pengaruh Kondisi Keluarga Broken Home terhadap Tingkat Kecemasan, Kepercayaan Diri, dan Stabilitas Emosi Remaja Usia 15–18 Tahun
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1888
<p>Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah latar belakang keluarga broken home mempengaruhi tingkat kecemasan, kepercayaan diri, dan stabilitas emosi pada remaja usia 15-18 tahun. Menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei melalui pengisian kuesioner online, Google Form. Berjumlah 31 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan kondisi keluarga broken home cukup berpengaruh terhadap kondisi psikologis remaja. Remaja broken home lebih sering mengalami rasa cemas, overthinking, merasa khawatir berlebihan, dan sulit merasa tenang menurut pernyataan sebagian besar responden. Pada aspek kepercayaan diri, ada beberapa remaja yang cenderung merasa kurang percaya diri, minder, dan takut menyampaikan pendapat. Selain itu pada aspek emosi, remaja juga lebih mudah tersinggung, mudah marah, dan sulit mengontrol perasaan ketika sedang ada masalah tertentu. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya keterkaitan antara kondisi keluarga broken home dengan tingkat kepercayaan, stabilitas emosi, dan kecemasan. Dukungan dari teman dan lingkungan sosial dapat membantu remaja dalam menghadapi tekanan emosional akibat kondisi keluarga, menurut data penelitian. Dapat disimpulkan, kondisi keluarga broken home berpengaruh terhadap rasa kurang percaya diri, tingkat kecemasan, dan kurangnya stabilitas emosi pada remaja usia 15-18 tahun.</p>Nurma Nur IlmiWulannika Jessyta Anjelin SuciptoAina FauziyaSepti Aura RamadhaniCercavia Wahyu FeriyantiKania Frida FelitaSalwa ZakiyyatusikhaRaishanandra SalmaNabila Eka HidayantiRaskya Maharani Putri Zulhamdi
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862407415Peran Pelatihan Sepak Bola Berjenjang dalam Membentuk Karakter Psikologis Anak
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1889
<p>Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengenali dan mengevaluasi fungsi pelatihan sepakbola bertahap dalam membentuk karakter psikologis pada anak-anak usia dini. Metodologi yang diterapkan dalam studi ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi yang mencakup observasi dan wawancara untuk membandingkan informasi dari para atlet, pelatih, serta orang tua. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa program latihan sepak bola yang terencana dan sesuai dengan tahap pertumbuhan anak tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga berfungsi efektif dalam proses pembentukan karakter. Anak-anak yang secara rutin dan konsisten mengikuti pelatihan menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam hal disiplin, kerja sama tim, rasa percaya diri, tanggung jawab, sportivitas, serta kemampuan mengendalikan emosi ketika menghadapi tekanan dalam pertandingan. Keberhasilan dalam pembentukan aspek psikologis ini sangat didukung oleh peran pelatih yang berfungsi sebagai mentor sekaligus sumber motivasi dalam menciptakan suasana latihan yang positif. Oleh karena itu, pelatihan sepak bola bertahap direkomendasikan sebagai cara yang efisien untuk mendukung pertumbuhan mental dan karakter positif anak sejak dini.</p>Muhammad Kaisar AmrillahPutra Agyl RamadhanWahyu Muhammad Ar RosyidAdrian SaputraThariq Mumtaz Al GhazyMuhammad Galang Adiyatma Al JauhariArfon Dwiarjaka
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862416420Eksplorasi Kualitatif tentang Perubahan Perilaku dan Konflik Emosi Riley dalam Film Inside Out 2: Studi tentang Proses Adaptasi Emosi Remaja
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1915
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengekksplorasi perubahan perilaku dan konflik emosi yang dialami tokoh Riley dalam fil Inside Out 2 serta menganalisis proses addaptasi emosional remaja dalam menghadapi tekanan sosial. Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditanddai dengan meningkatnya kompleksitas emosi, pencarian identitas diri, dan sensitivitas terhadap lingkungan sosial. Film ini dipilih sebagai objek peelitian karena mampu mempresentasikan dinamika emosional remaja secara secara visual da naratif melalui kemunculan emosi baru seperti kecemasan, rasa malu, iri hati, dan kebosanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi terhadap adengan, dialog, dan simbolisasi emosi dalam film. Data dianalisi menggunakan teori psikologi perrkembangan remaja dan regulasi emosi untuk memahami perubahan perilaku serta konflik emosional yang dialami tokoh utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan perilaku Riley dipengaruhi oleh tekanan sosial, kebutuhan akan penerimaan kelompok, dan proses pencarian identitas diri. Namun melalui proses kesadran dan penerimaan emosi, Riley mulai mampu mengembangkan regulasi emosi yang lebih baik sehingga mencapai keseimbangan emosional secara bertahap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Inside out 2 tidak hanya berfumgsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi yang mampu membantu masyarakat memahami dinamika emosi remaja.</p>Shafira Queentania MaharaniNabilla Putri AyudyawatiMiftakhur Rizqi AkmalRestu Maulana LumbantobingIlham Anjarvito Bakat PutraJadhuk PrakosoAulia Jannata Maharani
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862430437Makna Relasi Keluarga dan Identitas Diri dalam Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1916
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna relasi keluarga dan pembentukan identitas diri dalam film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran keluarga sebagai ruang utama dalam proses pembentukan jati diri individu, terutama melalui interaksi antara orang tua dan anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner (Google Form) yang disebarkan kepada responden yang telah menonton film tersebut. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas relasi keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan identitas diri, baik secara emosional maupun sosial. Interaksi keluarga yang positif dan suportif berkontribusi pada terbentuknya identitas yang stabil, sedangkan relasi yang negatif cenderung menghambat perkembangan individu. Kesimpulannya, film ini menegaskan pentingnya dinamika keluarga dalam membentuk identitas individu yang didukung oleh data empiris dari responden.</p>Firyal Octavia RamadhaniDiajengInsan Nurani SamudraDavina Enola SabathiniAulia Salsa BellaVannia Tri WahyuAufa Cikal Riesta AnneiraNajuwa
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862438445Analisis Age Gap Pemeran Serial Drama ‘Pernikahan Dini Gen Z’ dan Kaitannya Terhadap Isu Child Grooming
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1918
<p>Fenomena hubungan jarak usia jauh, terutama yang terlihat dalam serial “Pernikahan Dini Gen Z” yang dibintangi Aliando dan Richelle, menyoroti tantangan etika dan sosial dari hubungan antara orang dewasa dan remaja. Dr. Chris Mosunic mengemukakan bahwa perbedaan usia yang signifikan dapat menyebabkan ketidakcocokan dalam pengalaman hidup, harapan, dan kebutuhan emosional. Serial ini, meskipun terlibat dalam kontroversi terkait adegan dewasa yang melibatkan Richelle yang berusia 16 tahun dan Aliando yang berusia 29 tahun, menarik perhatian masyarakat dengan penggambaran romantis hubungan mereka. Masyarakat terpecah menjadi dua kubu; satu mendukung dan satu lagi menyerukan budaya "cancel" karena dianggapnya menormalisasi hubungan tidak seimbang, berpotensi mengarah pada praktik child grooming. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis ketidakseimbangan kekuasaan dalam narasi romantis, meyakini bahwa penggambaran hubungan ini dapat menurunkan resistensi terhadap permasalahan child grooming di antara remaja. Data menunjukkan Indonesia mengalami peningkatan kasus pelanggaran hak anak, mendorong perlunya regulasi yang lebih ketat dalam industri hiburan untuk melindungi anak-anak dari eksploitasi. Melalui analisis ini, disarankan agar produksi film mengutamakan prinsip tanggung jawab sosial dalam pemilihan pemain, serta penguatan regulasi yang mengatur keterlibatan anak di bawah umur dalam konten yang lebih dewasa. Peningkatan literasi media bagi masyarakat dan pendidikan karakter di lingkungan keluarga juga dianggap penting untuk membantu remaja mengenali dan menghindari pola grooming yang dibungkus dalam narasi romansa.</p>Yosinta LayinnatusivaNaira YasminKhansa CalyaMaulida HusnaNor FajriatulGhinna PadhiyahFaqih Almuzzakki
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862446456Edukasi Kesehatan Mental Remaja: Mengatasi Stres dan Tekanan di Kalangan Pelajar MA Al-Asror Semarang
https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jfle/article/view/1919
<p>Kesehatan jiwa pada usia remaja merupakan isu krusial yang membutuhkan penanganan serius, terutama dalam konteks pendidikan formal. Para pelajar kerap dihadapkan pada berbagai sumber tekanan yang mencakup dimensi akademik, keluarga, lingkungan sosial, maupun kondisi emosional personal yang berpotensi memengaruhi proses belajar serta tumbuh kembang psikologis mereka. Penelitian ini bertujuan menelaah ragam bentuk stres yang dialami siswa sekaligus mengevaluasi penerapan program edukasi kesehatan jiwa melalui pendekatan mindful emotion training, metode Spin SMART, pengembangan kecakapan coping adaptif, serta program penguatan resiliensi di MA Al-Asror Semarang. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data yang meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi kegiatan, dan refleksi tertulis siswa. Hasil temuan menunjukkan bahwa beban tugas akademik, konflik dalam keluarga, perundungan oleh teman sebaya, kecenderungan overthinking, serta kekhawatiran terhadap kegagalan merupakan pemicu stres yang paling banyak dihadapi. Program edukasi yang dilaksanakan secara partisipatif terbukti mampu membantu siswa mengenali respons emosional, mengungkapkan perasaan secara lebih terbuka, dan memahami strategi pengelolaan stres yang lebih sehat dan konstruktif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya kesehatan jiwa remaja dan menjadi acuan bagi sekolah dalam merancang program pendampingan psikologis yang lebih inovatif dan berkesinambungan.</p>Cantiqa Viera Az-zahraIka Naya Diana PutriClarisa Alya SabilaPutri Ayu AgustinGus ZakiAura Anindhita RNaura Ayala Agustina
Copyright (c) 2026
2026-09-082026-09-0862457465