Pemanfaatan Minyak Jelantah Rumah Tangga & Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sebagai Bahan Baku Produk Ramah Lingkungan
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Minyak jelantah yang dihasilkan oleh rumah tangga dan UMKM merupakan salah satu sumber yang berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang tanpa pengolahan. Penggunaan minyak secara berulang menyebabkan peningkatan asam lemak bebas, dan pembentukan senyawa oksidatif yang berbahaya pada kesehatan. Berbagai penelitian sebelumnya memanfaatkan minyak jelantah sebagai biodiesel, sabun, lilin, dan produk lainnya, serta menerapkan metode pemurnian sederhana seperti pemanasan ringan, penyaringan, dan adsorpsi dengan menggunakan karbon aktif. Namun sebagian solusi hanya berfokus pada uji teknis di dalam laboratorium dan belum banyak melibatkan rumah tangga maupun UMKM sebagai penghasil limbah utama. Selain itu metode sederhana juga belum sepenuhnya mampu untuk memperbaiki kerusakan kimia pada minyak. Penelitian ini meninjau kembali potensi pemanfaatan minyak jelantah melalui studi pustaka literatur tahun 2020-2025 untuk mengkaji kualitas minyak bekas, metode pemurnian sederhana, dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemurnian sederhana dapat memperbaiki karakter fisik minyak meskipun belum sepenuhnya mengatasi degradasi kimia. Jika diterapkan secara rutin, pengolahan minyak jelantah dapat berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan sanitasi, serta mendorong pemanfaatan limbah sebagai bahan baku produk ramah lingkungan di tingkat rumah tangga dan UMKM.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.