Analisis Literasi Digital dalam Meningkatkan Etika dan Kesadaran Anti-Bullying di Media Sosial Tiktok terhadap Siswa SMAN 5 Semarang
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Perkembangan teknologi digital, khususnya platform TikTok, membuka peluang baru terjadinya cyberbullying di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dalam meningkatkan etika komunikasi dan kesadaran anti-bullying siswa SMAN 5 Semarang dalam penggunaan media sosial TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terbuka yang disebarkan kepada pengguna aktif TikTok melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap fitur keamanan TikTok seperti report, block, filter komentar, dan not interested, serta aktif memanfaatkannya sebagai bentuk perlindungan diri dari konten negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa literasi digital berkontribusi signifikan dalam membentuk perilaku bertanggung jawab di ruang digital. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat praktis bagi sekolah dalam merancang program intervensi literasi digital yang lebih tepat sasaran guna meminimalkan cyberbullying dan menciptakan lingkungan digital yang aman dan beretika.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.