Edukasi Pemenuhan Gizi Balita Berisiko Stunting Melalui Olahan Puding Superfood Daun Kelor
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak anak menunjukkan masalah pertumbuhan, termasuk pada balita dengan status gizi kurang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi pemenuhan gizi dan mengenalkan daun kelor sebagai salah satu variasi pangan keluarga bagi ibu yang memiliki balita gizi kurang di Desa Cranggang, Kabupaten Kudus. Sasaran kegiatan adalah sembilan ibu dan balita yang tercatat dalam Data Sasaran PMT Lokal BOK UPTD Puskesmas Rejosari Tahun 2026 dengan kategori gizi kurang berdasarkan indeks BB/PB atau BB/TB. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2026 melalui kunjungan rumah, edukasi individual, tanya jawab, pemberian leaflet dan video tutorial, serta distribusi sembilan porsi puding daun kelor. Evaluasi dilakukan secara deskriptif menggunakan catatan observasi, dokumentasi kegiatan, dan wawancara pascakegiatan yang terdokumentasi pada tiga peserta. Seluruh sembilan ibu menerima materi, media edukasi, dan contoh produk. Kegiatan menunjukkan bahwa kunjungan rumah dapat menjadi pendekatan untuk menyampaikan edukasi gizi sekaligus mengenalkan alternatif pengolahan pangan lokal.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.