Implementasi Pendidikan Seumur Hidup melalui Pengembangan Minat Baca pada Kalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Semarang

Authors

  • Sabrina Amelia Nurbela Putri Universitas Negeri Semarang
  • Reza Abi Fadhilah Universitas Negeri Semarang
  • Shinta Dyah Pramesti Universitas Negeri Semarang
  • Zamzam Maulida Zahrah Universitas Negeri Semarang
  • Bintang Einstain Nirmawan Universitas Negeri Semarang
  • Muhammad Pasha Putra Melinaz Universitas Negeri Semarang
  • Akwila Agape Putranesia Universitas Negeri Semarang
  • Rifdah Zulfa Universitas Negeri Semarang
  • Muhamad Dzikriy Ar Rouf Universitas Negeri Semarang

Keywords:

minat baca, pendidikan seumur hidup, literasi, motivasi belajar, mahasiswa

Abstract

Minat baca yang kuat merupakan fondasi esensial untuk mencapai pendidikan seumur hidup (PSH) dan membangun Masyarakat Berpengetahuan. Berbagai laporan, termasuk data literasi nasional yang mengkhawatirkan, menunjukkan krisis struktural yang merambat hingga ke tingkat perguruan tinggi. Di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNNES, banyak mahasiswa menunjukkan minat baca yang rendah secara konsisten, terutama di luar tuntutan perkuliahan formal. Penelitian ini bertujuan ganda: pertama, menganalisis faktor-faktor dominan yang memengaruhi rendahnya minat baca non-akademik mahasiswa; dan kedua, mengkaji kontribusi faktor-faktor tersebut terhadap keberhasilan implementasi prinsip PSH, khususnya dalam pengembangan keterampilan belajar mandiri (manajemen diri) yang selaras dengan Area Keterampilan dan Kompetensi PSH oleh Komisi Eropa (2002). Penelitian ini menggunakan Metode Campuran (Mixed Methods) dengan desain Sequential Explanatory. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert (survei terhadap 40 responden) untuk mengukur tingkat minat, dilanjutkan dengan wawancara mendalam dan observasi terbatas untuk menjelaskan kesenjangan perilaku-konseptual yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata minat baca mahasiswa FIPP berada pada kategori rendah. Faktor yang paling signifikan memengaruhi kondisi ini adalah krisis motivasi internal dan rendahnya kemampuan mengelola diri, bukan sekadar ketersediaan sumber daya eksternal. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan tajam antara pemahaman teoritis PSH dengan praktik kebiasaan literasi sehari-hari, mencerminkan kegagalan dalam internalisasi filosofi Learning to Be (Edgar Faure). Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam sistem Pendidikan Nonformal (PNF) FIPP UNNES. Hasil ini menekankan urgensi untuk perancangan program literasi yang fleksibel, berbasis komunitas, dan didukung penuh oleh institusi untuk secara efektif meningkatkan motivasi serta kemandirian belajar mahasiswa demi mencapai tujuan pendidikan seumur hidup.

Downloads

Published

2026-03-19

Issue

Section

Articles