Makna Self-healing bagi Generasi Z: Studi Fenomenologi pada Masyarakat di Jawa Tengah
Keywords:
Self-healing, Generasi Z, Fenomenologi, Kesejahteraan PsikologisAbstract
Penelitian fenomenologis ini mengeksplorasi makna dan praktik self-healing di kalangan Generasi Z di Jawa Tengah sebagai respons terhadap tekanan psikologis dan pengaruh budaya lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap mahasiswa, studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana generasi muda ini merasakan, memahami, dan menjalani proses penyembuhan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z secara aktif dan efektif mempraktikkan self-healing untuk mengatasi stres akademik, mengelola emosi, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Praktik ini dipicu oleh tekanan akademik, kebutuhan regulasi emosi, serta pengaruh budaya digital dan tren media sosial, dengan metode umum meliputi olahraga, meditasi, mendengarkan musik, dan refleksi spiritual. Secara signifikan, nilai-nilai budaya Jawa seperti tepo seliro dan andhap asor turut membentuk pengalaman dan makna self-healing mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami fenomena self-healing dalam konteks budaya dan sosial modern, serta menyarankan institusi pendidikan untuk mengembangkan program self-healing yang terstruktur, berbasis bukti, dan sensitif budaya guna mendukung kesejahteraan mahasiswa secara berkelanjutan.