Representasi Standar Kecantikan "Dari Stigma Ke Penerimaan" di Film Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan
Keywords:
standar kecantikan, stigma, penerimaan diri, representasi, filmAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena standar kecantikan yang terus direproduksi oleh masyarakat dan media, sehingga menimbulkan berbagai bentuk stigma terhadap penampilan fisik individu. Film Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan (2019) karya Ernest Prakasa menghadirkan representasi yang kuat mengenai bagaimana stigma tersebut memengaruhi kepercayaan diri, relasi sosial, dan proses penerimaan diri seorang perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi standar kecantikan dan perjalanan dari stigma ke penerimaan melalui analisis makna, simbol, dan pesan yang ditampilkan dalam film. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui analisis isi terhadap adegan, dialog, dan elemen sinematografi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini menampilkan simbol-simbol yang merepresentasikan tekanan sosial, diskriminasi berbasis fisik, serta konflik internal tokoh utama dalam menghadapi standar kecantikan. Film ini menegaskan pesan mengenai pentingnya penerimaan diri, kritik terhadap konstruksi kecantikan yang sempit, dan kesadaran akan nilai diri yang lebih esensial daripada penampilan fisik. Penelitian ini bermanfaat untuk memperkaya pemahaman tentang bagaimana film dapat menjadi media refleksi dan edukasi dalam membangun kesadaran kritis mengenai isu citra tubuh dan penerimaan diri.