Penggunaan Bahasa Gaul Bagi Gen Z Dalam Kolom Komentar TikTok

Authors

  • Syalia Oktafianty Universitas Negeri Semarang
  • Ulya Niha Arnifa Universitas Negeri Semarang
  • Bramantio Binangkit Universitas Negeri Semarang
  • Sabrina Agustin Salsadira Universitas Negeri Semarang
  • Bintang Puspa Laduni Universitas Negeri Semarang
  • Zainul Ittihad Amin Universitas Negeri Semarang
  • Yonata Zaskirani Utomo Universitas Negeri Semarang
  • Nabila Sri Cahyani Universitas Negeri Semarang
  • Afifah Fauziah Moha Universitas Negeri Semarang
  • Rahma Putri Nur Solehah Universitas Negeri Semarang

Keywords:

Gen Z, Bahasa Gaul, Tiktok

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan bahasa gaul di TikTok sebagai bentuk identitas sosial dan ekspresi budaya digital pada generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul di TikTok tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai penanda identitas sosial dalam komunitas daring. Berbagai bentuk bahasa gaul, seperti singkatan, plesetan kata, campuran bahasa, serta penggunaan emoji, menunjukkan tingkat kreativitas berbahasa yang tinggi sekaligus menjadi strategi untuk membangun kedekatan, solidaritas, dan eksistensi dalam interaksi digital. Selain itu, penggunaan bahasa gaul di ruang digital juga memperkuat keakraban sosial sekaligus membentuk batas-batas simbolik antara pengguna yang dianggap mengikuti tren dengan mereka yang dinilai kurang mengikuti perkembangan budaya digital. Kemunculan makna-makna baru dari istilah tertentu menunjukkan sifat bahasa yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan tren sosial di era digital. Dengan demikian, bahasa gaul di TikTok mencerminkan pola komunikasi baru yang cair, ekspresif, dan kreatif, sekaligus memperlihatkan adanya hierarki simbolik serta pergeseran nilai bahasa yang dipengaruhi oleh budaya populer dan algoritma media sosial. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kajian lebih lanjut mengenai hubungan antara penggunaan bahasa gaul dan pembentukan identitas digital. Bagi pendidik dan akademisi, fenomena bahasa gaul sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai bentuk penyimpangan bahasa, tetapi juga sebagai gejala sosial yang mencerminkan perkembangan berpikir dan berbahasa generasi muda. Bagi pengguna media sosial, penting untuk menjaga keseimbangan antara kreativitas berbahasa dan kesantunan dalam berkomunikasi. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan pendidikan dalam merancang program literasi digital yang mampu menumbuhkan kesadaran kritis terhadap dinamika bahasa dan budaya di media sosial.

Downloads

Published

2026-03-19

Issue

Section

Articles