Makna Simbolis Gerakan Tari Tradisional sebagai Sarana Pembentukan Karakter melalui Studi Kualitatif di Sanggar Hapsari
Keywords:
makna simbolis, tari tradisional, pendidikan karakter, sanggar seni, internalisasi nilai.Abstract
Banyak generasi muda saat ini kurang memahami nilai karakter dan terjebak dalam masalah sosial, padahal pembentukan karakter dapat diintegrasikan melalui pendidikan nonformal berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolis gerakan tari tradisional di Sanggar Hapsari serta menganalisis bagaimana makna tersebut diinternalisasikan dalam pembentukan karakter penari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, dan dokumentasi, dengan teknik analisis berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan tari tradisional di Sanggar Hapsari mengandung makna simbolis yang merepresentasikan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan saling menghargai. Proses pembentukan karakter tidak terjadi secara teoritis, melainkan melalui pembiasaan latihan rutin, interaksi dengan pelatih, serta internalisasi makna filosofis gerak yang menghubungkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Manfaat penelitian ini adalah memberikan kontribusi ilmiah dalam bidang pendidikan seni berbasis budaya, menjadi bahan evaluasi bagi pengelola sanggar untuk menyeimbangkan teknik dan filosofi tari, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan seni tari tradisional sebagai media pembentukan moral generasi muda.