Analisis Representasi Kesenjangan Sosial dalam Film Parasite Karya Joon-Ho sebagai Kritis Sosial
Keywords:
Parasite, kesenjangan sosial, kritik sosial, semiotika, representasiAbstract
Kesenjangan sosial dan ekonomi merupakan masalah mendunia yang dimana masih menjadi isu utama di berbagai negara, termasuk Korea Selatan serta di Indonesia sendiri, yang ditandai dengan ketimpangan akses sumber daya, perbedaan taraf hidup, dan struktur kelas yang kaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film Parasite karya Bong Joon-Ho merepresentasikan kesenjangan sosial melalui simbol naratif dan visual, serta mengkaji fungsi karya tersebut sebagai bentuk kritik sosial terhadap struktur kelas masyarakat modern. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menelaah relevansi pesan dalam film tersebut dengan realitas sosial di Indonesia dan bagaimana elemen sinematik digunakan untuk menyampaikan makna ideologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif, serta menerapkan analisis semiotika John Fiske yang menguraikan makna tanda pada tiga tingkatan, yaitu tingkat realitas, representasi, dan ideologi. Data diperoleh melalui pengamatan mendalam dan penafsiran terhadap adegan, dialog, serta simbol-simbol visual yang terdapat dalam alur cerita film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan sosial direpresentasikan secara nyata melalui perbedaan ruang hunian antara rumah semi-basement dan kediaman mewah, batasan sosial yang dimetaforakan melalui konsep “bau”, serta simbol geografis seperti tangga dan aliran air hujan yang mencerminkan hierarki sosial. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa ketimpangan yang digambarkan bukan semata-mata akibat perbedaan kemampuan individu, melainkan merupakan dampak dari ketidakadilan sistemik dan hambatan struktural yang membatasi mobilitas vertikal bagi kelompok masyarakat bawah. Film ini berhasil mendekonstruksi mitos meritokrasi dan menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi sering kali ditopang oleh hak istimewa yang tidak dimiliki semua kalangan. Pada film Parasite berfungsi sebagai cermin budaya yang tajam mengkritik sistem kapitalisme dan stratifikasi sosial, sekaligus membuktikan bahwa media populer dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran publik. Representasi kesenjangan dalam Parasite yang memiliki sifat universal dan sangat relevan dengan konteks Indonesia, mengajak penonton untuk mempertanyakan ketimpangan yang dianggap wajar, mengembangkan pola pikir kritis, serta membangun empati yang lebih luas terhadap isu kemanusiaan dan keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari.