Kendala Mahasiswa Penutur Bahasa Jawa dalam Melafalkan Fonem Nasal Bahasa Prancis

Authors

  • Teguh Rizkiano Universitas Negeri Semarang
  • Amelia Ayu Putri Anatasya Universitas Negeri Semarang
  • Rogiyd Shawny Husnika Universitas Negeri Semarang
  • Farisa Zaudana Zimar Universitas Negeri Semarang
  • Puspita Eka Apriliani Universitas Negeri Semarang
  • Nayla Putri Gustya Universitas Negeri Semarang
  • Naurellia Sari Irmawan Universitas Negeri Semarang
  • Yunita Rismawati Universitas Negeri Semarang
  • Fathatun Naila Wardana Universitas Negeri Semarang

Keywords:

bahasa Prancis, fonetik auditoris, artikulasi, dialek Jawa, penutur Jawa

Abstract

Dewasa ini, bahasa menjadi salah satu kunci utama terlaksananya sebuah komunikasi. Bahasa pada setiap daerah tentunya tidaklah sama, dan pasti memiliki ciri khasnya masing-masing. Contohnya seperti bahasa Indonesia pada setiap provinsi yang ada. Bahasa Indonesia kerap dituturkan mengikuti dialek dari bahasa daerah. Begitupula pengaruh dialek daerah terhadap penuturan bahasa asing. Salah satunya adalah penuturan bahasa Prancis yang dilakukan oleh mahasiswa Sastra Prancis Universitas Negeri Semarang yang mayoritas merupakan penutur bahasa Jawa. Karakter bahasa Jawa yang medok dan fokus pada penekanan fonem rongga mulut bagian belakang. Karakteristik ini berbeda dengan bahasa Prancis yang menuntut artikulasi jelas melalui bunyi-bunyi nasal dan keaktifan penggunaan otot rongga mulut serta bibir. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan fenomena diferensiasi artikulasi penutur asli bahasa Jawa dalam pelafalan bahasa Prancis. Diferensiasi artikulasi akan menunjukkan bahwa ada basis artikulasi yang kontras antara bahasa Jawa dan Prancis, sehingga tampak adanya kendala bagi penutur bahasa Jawa dalam pengucapan. Kami menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fonetik auditoris. Deskriptif kualitatif adalah pengambilan data yang dilakukan dengan proses penggambaran suatu hal secara mendalam. Sedangkan fonetik auditoris yaitu sebuah pendekatan yang dilakukan oleh peneliti dengan cara menganalisis bunyi bahasa berdasarkan persepsi pendengaran peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa penutur bahasa Jawa cenderung melakukan penekanan pada konsonan plosif dan kesulitan menghasilkan vokal arrondi. Karakteristik medok yang kental menyebabkan pergeseran titik artikulasi dari rongga mulut depan ke arah belakang. Kesimpulannya, perbedaan basis artikulasi antara kedua bahasa menyebabkan variasi pelafalan unik, mencerminkan identitas linguistik penutur asli Jawa saat berkomunikasi dalam bahasa Prancis.

Downloads

Published

2026-08-26

Issue

Section

Articles