Pengaruh Tradisi Dugderan terhadap Kondisi Sosial dan Ekonomi Masyarakat di Kota Semarang
Keywords:
tradisi Dugderan, dampak sosial, dampak ekonomi, budaya lokal, Kota SemarangAbstract
Dugderan merupakan tradisi budaya masyarakat Kota Semarang yang telah berlangsung secara turun-temurun dan diselenggarakan setiap tahun menjelang bulan Ramadan. Tradisi ini memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang terus berkembang di tengah tekanan modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tradisi Dugderan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang bersumber dari data sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, dan artikel penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dari aspek sosial, Dugderan berperan sebagai media interaksi antarwarga yang mempererat solidaritas sosial serta menciptakan kerukunan di antara kelompok budaya yang beragam, sebagaimana tercermin dalam simbol Warak Ngendog yang merepresentasikan akulturasi budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa. Dari aspek ekonomi, pelaksanaan pasar Dugderan membuka peluang pendapatan bagi pedagang kecil dan pelaku usaha mikro sekaligus mendukung sektor pariwisata budaya daerah. Kendati demikian, tradisi ini juga menghadapi sejumlah tantangan, antara lain komersialisasi nilai budaya dan melemahnya keterlibatan generasi muda akibat pengaruh modernisasi. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai budaya Dugderan sekaligus mengoptimalkan manfaat sosial dan ekonominya bagi masyarakat luas.