Pengaruh Keberagaman Interaksi Mahasiswa Lintas Daerah Terhadap Pembentukan Identitas Budaya FISIP UNNES
Keywords:
Keberagaman, Interaksi lintas daerah, Identitas, Mahasiswa, AdaptasiAbstract
Keberagaman latar belakang budaya mahasiswa di lingkungan universitas sering kali memunculkan berbagai reaksi dan interaksi. Perbedaan lintas budaya dapat memengaruhi cara mahasiswa beradaptasi dan membentuk identitas budaya mereka sendiri. Munculnya perbedaan dalam hal bahasa, aksen, norma sosial, dan kebiasaan sehari-hari dapat menjadi tantangan sekaligus proses pembelajaran sosial bagi mahasiswa. Fenomena ini terjadi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES), yang memiliki banyak mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi yang beragam antar-mahasiswa dari berbagai daerah terhadap pembentukan identitas budaya mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara dengan mahasiswa FISIP UNNES yang berasal dari berbagai latar belakang budaya daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi lintas budaya sangat kuat dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa, baik dalam kegiatan akademik maupun sosial. Pada tahap awal, interaksi mahasiswa diwarnai oleh gegar budaya (*culture shock*) berupa rasa canggung, kesulitan memahami bahasa dan aksen, serta perbedaan gaya komunikasi. Namun, melalui proses adaptasi, mahasiswa menjadi lebih terbuka, toleran, dan mampu menghargai keberagaman budaya yang ada. Interaksi lintas budaya juga dapat memengaruhi pandangan mahasiswa terhadap budaya asal mereka serta memperkuat kesadaran untuk mempertahankan identitas budaya masing-masing. Faktor pendukung dalam mempertahankan identitas budaya antara lain lingkungan sosial yang positif dan adanya sikap toleransi, sedangkan faktor penghambatnya meliputi perbedaan bahasa, stereotip budaya, dan pengaruh budaya dominan di kampus. Dengan demikian, interaksi lintas budaya antar-mahasiswa tidak melunturkan identitas budaya mereka, melainkan justru memperkuat kesadaran budaya dan kemampuan adaptasi sosial.