Revitalisasi Nilai-Nilai Gotong Royong Pembelajaran dalam Mata Kuliah Pendidikan Pancasila: Strategi Penguatan Modal Sosial di Era Individualistis
Keywords:
gotong royong, individualisme, Pendidikan Pancasila, modal sosial, mahasiswaAbstract
Penelitian ini melihat bagaimana mengembangkan modal sosial di era individualisme dengan merevitalisasi nilai-nilai gotong royong melalui mata kuliah Pendidikan Pancasila. Latar belakang penelitian ini berawal dari fenomena menurunnya partisipasi mahasiswa terhadap nilai-nilai gotong royong sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan meningkatnya individualisme, yang ditandai dengan kurangnya partisipasi dalam kerja kelompok dan ketergantungan pada teknologi seperti kecerdasan buatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana semangat gotong royong dapat dipupuk di era individualisme, untuk mengidentifikasi alasan di balik memudarnya nilai ini, dan untuk menilai sejauh mana para mahasiswa terus memasukkan nilai gotong royong ke dalam kehidupan di kampus mereka. Sepuluh mahasiswa dari berbagai program studi dan universitas yang telah menyelesaikan mata kuliah Pendidikan Pancasila diberikan kuesioner sebagai bagian dari metode penelitian kualitatif, yang menggabungkan teknik fenomenologi dan jurnal reflektif. Tingkat egoisme individu yang tinggi dan kurangnya empati ditemukan sebagai hambatan utama dalam penggunaan gotong royong; namun, mayoritas mahasiswa (80%) tetap berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan menganggap gotong royong sangat penting untuk menyelesaikan tugas-tugas akademik. Untuk mengembangkan mahasiswa yang cerdas secara intelektual dan sosial, seperti yang didefinisikan oleh Profil Mahasiswa Pancasila, nilai gotong royong harus direvitalisasi melalui mata kuliah Pendidikan Pancasila melalui pendekatan pembelajaran kolaboratif yang reflektif.