Jugun Ianfu: Jejak Kelam dalam Sejarah Perempuan Indonesia

Authors

  • Yoenika Tiarani Amelia Universitas Negeri Semarang
  • Hafshah Dzakiyyah Hazimah Universitas Negeri Semarang
  • Nessa Aulia Rahmadani Universitas Negeri Semarang
  • Amar Nur Rosyid Universitas Negeri Semarang
  • Rizky Chelseananda Hendrian Universitas Negeri Semarang
  • Adiel Afliarso Universitas Negeri Semarang
  • Aqryar Yudha Aji Pradana Universitas Negeri Semarang
  • Arifin Ilham Universitas Negeri Semarang
  • Salsa Aprilia Putri Utami Universitas Negeri Semarang
  • Rizky Sihombing Universitas Negeri Semarang

Keywords:

jugun ianfu, jejak, kelam, sejarah, perempuan, Indonesia

Abstract

Perbudakan seksual terhadap perempuan merupakan salah satu kejahatan kemanusiaan yang paling keji dan menyisakan luka mendalam dalam sejarah kemanusiaan. Praktik yang dikenal sebagai "jugun ianfu" ini terjadi pada masa pendudukan militer Jepang di Indonesia selama Perang Dunia II, di mana ratusan ribu perempuan Indonesia dipaksa menjadi "penghibur" bagi tentara Jepang. Istilah "jugun ianfu" merujuk pada praktik penyerahan paksa ratusan ribu perempuan Indonesia untuk dipekerjakan sebagai pekerja seks bagi tentara Jepang. Tulisan ini penting untuk diteliti dan ditulis karena isu jugun ianfu masih menyisakan luka dan kontroversi yang belum sepenuhnya terselesaikan hingga hari ini. Kajian mendalam atas tragedi jugun ianfu juga penting dilakukan untuk memperoleh pelajaran berharga guna mencegah terulangnya kembali kejahatan kemanusiaan serupa di masa depan. Hingga hari ini, masih banyak perempuan Indonesia yang menyimpan luka mendalam akibat pengalaman traumatis mereka sebagai jugun ianfu. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode sejarah untuk mengkaji jejak kelam dalam Sejarah Perempuan Indonesia. Kedua, kritik sumber, setelah informasi yang di butuhkan terkumpul langkah selanjutnya adalah memeriksa dan mengevaluasi sumber-sumber untuk memastikan bahwa data tersebut sah dan dapat di percaya. Ketiga, analisis dan interpretasi data, hasil penelitian menunjukan jugun ianfu, seorang perempuan yang tidak hanya menderita selama perang, tetapi juga terpapar dalam diskriminasi perang dan stigma. Keempat, historiografis tahap akhir dari penelitian ini adalah membuat data yang dianalisis dengan narasi historis yang konsisten dan mudah dipahami.

Downloads

Published

2025-07-22

Issue

Section

Articles