Pemaknaan Self-Compassion dalam Mengatasi Burnout Akademik pada Mahasiswa Baru
Keywords:
self-compassion, burnout akademik, mahasiswa baru, kesehatan mental, adaptasi akademikAbstract
Banyak mahasiswa baru mengalami burnout akademik karena kesulitan beradaptasi dengan lingkungan dan tuntutan perkuliahan. Tekanan akademik, perbedaan cara belajar dari tingkat sekolah ke perguruan tinggi, serta tuntutan sosial bisa menyebabkan rasa letih secara emosional, penurunan semangat belajar, dan perasaan tidak mampu. Self-compassion, yaitu belas kasihan terhadap diri sendiri, merupakan salah satu strategi psikologis yang efektif untuk mengatasi burnout akademik. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana mahasiswa baru memandang self-compassion sebagai cara mengelola stres dan kelelahan akademik mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap sejumlah mahasiswa baru yang mengalami gejala burnout. Hasil menunjukkan bahwa self-compassion dipahami sebagai bentuk menerima diri, mengakui batasan pribadi, serta dorongan untuk terus berusaha tanpa terlalu menyalahkan diri. Mahasiswa yang mampu menerapkan self-compassion biasanya memiliki ketahanan akademik lebih baik dan mampu menjaga keseimbangan antara tuntutan belajar dengan kesehatan mental. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan program konseling serta pelatihan self-compassion di lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya mencegah burnout di kalangan mahasiswa baru.