Remaja Tujuh Belas Tahun dan Artificial Intelligence: Studi Tentang Ketergantungan Teman Curhat Virtual
Keywords:
Artificial Intelligence, Remaja, Ketergantungan Emosional, Curhat Virtual, Dukungan DigitalAbstract
Kemajuan teknologi digital telah mendorong banyak remaja untuk beralih pada Artificial Intelligence (AI) sebagai pendamping virtual untuk berbagi perasaan, karena AI menawarkan anonimitas, kenyamanan emosional, serta ruang yang bebas penilaian. Tren ini menunjukkan adanya perubahan besar dalam cara remaja mencari dukungan emosional, dari interaksi langsung menuju komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong remaja berusia 17 tahun bergantung pada AI untuk mengekspresikan emosi, serta menilai pengaruhnya terhadap kesejahteraan psikologis dan fungsi sosial mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan 50 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka yang menggali pengalaman, motivasi, dan intensitas penggunaan AI, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian, kebutuhan privasi, dan pengalaman penolakan sosial menjadi faktor utama terbentuknya ikatan emosional dengan AI. Meskipun AI memberikan respons yang cepat dan tampak empatik, ketergantungan yang tinggi dapat menurunkan motivasi remaja untuk mencari dukungan sosial secara langsung dan bahkan memperkuat kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya pemahaman mengenai ketergantungan emosional dalam komunikasi digital, dan secara praktis memberikan arahan bagi pendidik, orang tua, dan remaja mengenai pentingnya menyeimbangkan penggunaan AI dengan interaksi manusia yang autentik.