Strategi Coping Stres Mahasiswa Semester 1 Program Studi Bimbingan dan Konseling dalam Menghadapi Tugas Mata Kuliah Filsafat
Keywords:
coping stres, filsafat, bimbingan dan konselingAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mnegetahui cara belajar filsafat yang menyenangkan serta strategi coping stres yang efektif bagi mahasiswa semester 1 Program Studi Bimbingan dan Konseling dalam menghadapi tugas mata kuliah filsafat. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena bahwa mahasiswa baru sering mengalami stres akademik akibat materi filsafat yang bersifat abstrak, kompleks, dan menuntut kemampuan mahasiswa untuk berfikir kritis. Penelitianini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran angket kepada 20 responden yang dipilih secra acak dari empat rombel mahasiswa semster 1. Data dianalisisi menggunakan statistik deskriptif untuk melihat kecenderungan strategi coping yang digunakan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembeljaran filsafat menjadi lebih menyenangkan ketika dosen menerapkan metode pembelajaran aktif, interaktif, dan relevan dengan pengalaman mahsiswa, serta peenggunaan media pemberlajaran kreatif. Selain itu, strategi coping yang paling banyak digunakan mahasiswa terdiri dari problrm focused coping seperti mengatur jadwal belajar, memecah tugas menjadi bagian kecil, dan mencari pemahaman serta emotion focused coping seperti berdoa, meditasi, mencari dukungan, teman. Melakukan aktivitas relaksasi, dan mengalihkan perhatian sementara. Secara keseluruhan, kemampuan mahasiwa dalam menggabungkan strategi akademik dan emosional membantu mereka menurunkan tingkat stres dan meningkatkan pemahaman terhadap materi filsafat. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pembelajaran dan ppendaampingan yang tepat sangat penting bagi mahasiswa baru agar dapat beradaptasi dengan tekanan akademik padaa mata kuliah filsafat. Penelitian ini juga memberikan gambaran mengenai pola coping yang digunkan mahasiwswa sehingga dapat menjadi rujukan bagi dosen dan program studi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih suportif.