Analisis Peran Sastra sebagai Media Kritik Korupsi dan Cermin Realitas Sosial dalam Novel "Negeri Para Bedebah" melalui Perspektif Sosiologi Sastra
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Penelitian ini mengkaji peran sastra sebagai media untuk mengkritik korupsi serta refleksi realitas sosial dalam novel "Negeri Para Bedebah" karya Tere Liye melalui perspektif sosiologi sastra. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada semakin relevannya karya sastra dalam merepresentasikan fenomena sosial dan politik, khususnya praktik korupsi dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana novel tersebut menggambarkan praktik korupsi dan merefleksikan kondisi sosial melalui alur cerita dan karakternya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra melalui analisis tekstual. Temuan menunjukkan bahwa novel tersebut berhasil menggambarkan korupsi sebagai isu sistemik yang melibatkan relasi kekuasaan, sekaligus menyajikan ketidaksetaraan sosial dan degradasi moral dalam masyarakat. Diskusi juga menyoroti bagaimana penulis menggunakan penceritaan sebagai sarana kritik sosial yang efektif terhadap sistem yang korup. Kesimpulannya, "Negeri Para Bedebah" berfungsi tidak hanya sebagai karya sastra tetapi juga sebagai media kritik sosial yang merefleksikan kondisi kehidupan nyata dan mendorong pembaca untuk lebih sadar akan isu-isu korupsi dan keadilan sosial.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.